LUHU, HEADLINETIMUR.COM .– Tim Forensik RSUD Maluku Tengah bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Seram Bagian Barat (SBB) menggelar ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah almarhum Fikran Suneth/Heluth di TPU Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Selasa (1/9/2026).
Pemeriksaan medis yang berlangsung sejak pukul 14.20 WIT hingga 16.50 WIT tersebut bertujuan untuk mengungkap penyebab kematian korban secara ilmiah.
Kasi Humas Polres SBB, IPDA Asep Souisa, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan forensik mengonfirmasi penyebab kematian almarhum adalah kegagalan pernapasan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari hasil pemeriksaan tim forensik yang dipimpin Dr. Arkipus Pamutu, penyebab kematian almarhum adalah kegagalan pernapasan akibat luka lecet tekanan pada leher yang sesuai dengan penggantungan. Tim juga tidak menemukan indikasi luka-luka lain pada tubuh korban,” terang IPDA Asep.
Rangkaian proses autopsi diawali dengan kedatangan tim ahli forensik dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres SBB di Mapolsek Huamual pada pukul 13.35 WIT, sebelum bertolak ke lokasi pemakaman. Kegiatan ini turut disaksikan oleh pihak perwakilan keluarga, yakni Abd Kadir Heluth, Heder Heluth, dan Modim Isya Waliulu.
Guna memastikan proses ekshumasi berjalan aman dan kondusif, sebanyak 15 personel gabungan dari Polsek Huamual dan Unit Buser Satreskrim Polres SBB disiagakan di lokasi di bawah pimpinan Kapolsek Huamual, IPTU L. Soplanit.
IPDA Asep menegaskan bahwa prosedur medis forensik ini dilakukan demi pemenuhan fakta hukum secara transparan dan objektif.
“Polres SBB berkomitmen menangani setiap perkara secara profesional, transparan, dan berdasarkan pembuktian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Seperti diketahui, Fikran Heluth/Suneth ditemukan di areal Sapalatu, jalan akses menuju lokasi tambang Gunung Tembaga, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 09.30 WIT.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Jenazah kemudian ditemukan warga yang melakukan pencarian di sekitar kawasan tersebut. (HT-01)











