Dua Penambang Tewas Keracunan Asap Genset di Lubang Tambang Gunung Luhu

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Dua orang penambang tewas di lokasi Tambang Gunung Luhu, areal Kolam Gajah, Negeri Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIT. Kedua korban tewas akibat menghirup asap beracun dari mesin genset di dalam lubang galian.

Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, mengungkapkan bahwa kedua korban teridentifikasi berinisial LR (50), warga Dusun Pelita Jaya, dan JLU, warga Dusun Loun, Kecamatan Seram Barat. Usai kejadian, jenazah kedua korban langsung dievakuasi oleh pihak keluarga ke rumah duka masing-masing.

“Informasi awal yang kami terima, kedua korban melakukan aktivitas pertambangan ilegal di dalam lubang galian. Mesin genset yang digunakan ditempatkan di dalam lubang, sehingga asap pembakarannya terkumpul dan menyebabkan kedua korban keracunan hingga meninggal dunia,” ujar Andi, Senin (24/8/2026).

Andi menegaskan, aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Iha dan Gunung Luhu saat ini tidak memiliki Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dengan demikian, seluruh kegiatan penambangan di lokasi tersebut berstatus ilegal dan dilarang keras.

Merespons insiden fatal ini, Polres SBB bersama Polsek Huamual menggelar patroli penertiban sekaligus menyosialisasikan imbauan di kawasan tambang ilegal Gunung Hatu Tembaga/Sinabar, Kecamatan Huamual, Senin (24/8/2026). Patroli dipimpin oleh Kasat Samapta Polres SBB IPTU Ronni Marlon Parihala bersama Kapolsek Huamual IPTU Luken Soplanit, S.H.

Baca Juga :  Polda Maluku Minta Personel Siaga Penuh Hadapi El Nino dan Karhutla

Dalam penertiban tersebut, petugas meminta para penambang segera menghentikan aktivitas dan mengosongkan area tambang demi menjaga keamanan serta keselamatan bersama. Mayoritas penambang pun kooperatif dan memilih turun dari area Gunung Iha maupun Gunung Luhu secara tertib.

“Kami imbau siapapun untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan tersebut. Tambang ilegal punya risiko keselamatan yang sangat tinggi. Selain ancaman gas beracun, ada bahaya tertimbun longsor di dalam lubang galian. Keselamatan jiwa adalah yang utama, jangan sampai mempertaruhkan nyawa demi hasil tambang,” tegas Kapolres. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Maluku Sasar Tempat Hiburan Malam di Ambon, Periksa Urine Pengunjung
Polda Maluku Minta Personel Siaga Penuh Hadapi El Nino dan Karhutla
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, LPKA Ambon Intensifkan Razia Rutin
Konflik Katapang–Olas, 3 Warga Luka, Kapores SBB Paparkan Kronologinya
Konflik Sosial di Maluku Turun Drastis, Hanya 6 di Pertengahan 2026
DPRD Maluku Segera Panggil BPJN Soal Pemasangan CCTV AI di JMP
Cegah Bunuh Diri di JMP, Kominfo Ambon Dorong Penerapan CCTV AI
Cegah Tawuran Remaja, Polres Kepulauan Aru Gelar Patroli Skala Besar

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:47 WIT

Dua Penambang Tewas Keracunan Asap Genset di Lubang Tambang Gunung Luhu

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:01 WIT

Polda Maluku Sasar Tempat Hiburan Malam di Ambon, Periksa Urine Pengunjung

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:31 WIT

Polda Maluku Minta Personel Siaga Penuh Hadapi El Nino dan Karhutla

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:47 WIT

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, LPKA Ambon Intensifkan Razia Rutin

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:16 WIT

Konflik Katapang–Olas, 3 Warga Luka, Kapores SBB Paparkan Kronologinya

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT