Dana Khusus Kepulauan Didorong Jadi Solusi Ketimpangan Fiskal

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 22:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pansus RUU Daerah Kepulauan DPR RI, Mercy Chriesty Barends dalam RDP Pansus RUU Daerah Kepulauan dengan Dirjen Perimbangan Keuangan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto : Parlementaria

Ketua Pansus RUU Daerah Kepulauan DPR RI, Mercy Chriesty Barends dalam RDP Pansus RUU Daerah Kepulauan dengan Dirjen Perimbangan Keuangan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto : Parlementaria

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM — Daerah kepulauan membutuhkan skema pendanaan khusus untuk menjawab tingginya biaya pembangunan dan keterbatasan fiskal akibat karakter geografis yang berbeda dengan daerah daratan. Karena itu, Dana Khusus Kepulauan (DKK) didorong masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan sebagai bentuk afirmasi fiskal.

Ketua Pansus RUU Daerah Kepulauan DPR RI, Mercy Chriesty Barends, mengatakan skema pendanaan yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan daerah yang memiliki wilayah laut luas dan banyak pulau. Menurutnya, DKK diperlukan di luar skema Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang selama ini menjadi instrumen transfer ke daerah.

“Dalam RUU ini kita kemudian mengusulkan Dana Khusus Kepulauan. Ini di luar DAU, di luar DAK, karena memang kita melihat bahwa skema-skema yang ada sekarang belum menjawab problem daerah kepulauan,” ujar Mercy dalam RDP Pansus RUU Daerah Kepulauan dengan Dirjen Perimbangan Keuangan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026), sebagaimana dilansir Parlementaria, portal resmi DPR RI.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa alternatif skema DKK yang tengah dibahas. Salah satunya memberikan DKK sebagai tambahan atas DAU dan DAK.

Alternatif lainnya berupa dana khusus yang diarahkan untuk penugasan tertentu, terutama pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan sektor kemaritiman serta ekonomi kelautan.

“Skemanya ada yang DKK itu di atas DAU-DAK, kemudian ada DKK khusus dengan penugasan tertentu untuk kemaritiman, ekonomi, dan infrastruktur dasar,” tegas legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Mercy menyebut pembahasan juga mempertimbangkan skema yang menggabungkan tambahan nilai pembangunan infrastruktur dengan alokasi anggaran secara langsung.

Baca Juga :  Serap Aspirasi di Maluku, Pansus Dorong RUU Daerah Kepulauan Wujudkan Pemerataan Pembangunan

Untuk menentukan besaran yang rasional, ia meminta Kementerian Keuangan melakukan simulasi berdasarkan jumlah daerah dan kebutuhan pembangunan di kawasan kepulauan.

Menurutnya, terdapat sekitar 89 kabupaten/kota kepulauan dan 10 provinsi kepulauan yang menjadi bagian dari pembahasan RUU tersebut. Dengan cakupan penduduk sekitar 28,5 juta jiwa, kebutuhan afirmasi fiskal dinilai perlu dihitung secara cermat agar dapat mengejar ketertinggalan pembangunan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

“Kita minta Kementerian Keuangan melakukan simulasi. Berapa sebenarnya kebutuhan yang rasional untuk daerah kepulauan,” katanya.

Mercy menegaskan, usulan DKK bukan semata-mata untuk menambah anggaran daerah, melainkan sebagai bentuk keadilan fiskal dengan mempertimbangkan karakter geografis kepulauan. Ia berharap pembahasan bersama pemerintah dapat menghasilkan jalan keluar yang dapat mempercepat pembangunan di wilayah kepulauan. (HT-01/fa/ha)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi VIII DPR RI Dukung Transformasi STABN Raden Wijaya Menjadi Institut
Reses di Kampung Halaman, Rovik Afifudin Komit Sulap Pemukiman Air Salobar
Jaring Aspirasi Warga, Rovik Afifudin Komit Tuntaskan Masalah Air Bersih hingga Jalan
Gandeng UIN Ambon, Alimudin Kolatlena Sosialisasi Penguatan Moral Generasi Muda di Tulehu
DPRD Maluku Godok Perda Pohon Pertama di Indonesia, Dukung Pembangunan dan Lingkungan
Soroti Ketimpangan Pembangunan, Pansus RUU Daerah Kepulauan Serap Aspirasi di Manado
Soroti Kesenjangan Pembangunan, Fraksi Golkar Desak Pemprov Maluku Bertindak
Tinjau Proyek MAN IC Sumedang, Alimudin Kolatlena: Komisi VIII Ingin Pastikan Pembangunan Tepat Waktu

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:02 WIT

Komisi VIII DPR RI Dukung Transformasi STABN Raden Wijaya Menjadi Institut

Jumat, 4 September 2026 - 12:05 WIT

Reses di Kampung Halaman, Rovik Afifudin Komit Sulap Pemukiman Air Salobar

Kamis, 3 September 2026 - 22:40 WIT

Dana Khusus Kepulauan Didorong Jadi Solusi Ketimpangan Fiskal

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WIT

Jaring Aspirasi Warga, Rovik Afifudin Komit Tuntaskan Masalah Air Bersih hingga Jalan

Selasa, 1 September 2026 - 16:40 WIT

Gandeng UIN Ambon, Alimudin Kolatlena Sosialisasi Penguatan Moral Generasi Muda di Tulehu

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT