BULA, HEADLINETIMUR.COM— Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Seram Bagian Timur, Ibu Ika Fachri Alkatiri, menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan membutuhkan kerja sama yang harmonis dan berkelanjutan dari seluruh elemen.
Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Rapat Kerja (Rakerda) TP-PKK Kabupaten SBT yang mengusung tema “Sinergi Gerakan PKK dalam Mewujudkan Sapta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, di aula kantor Kementerian Agama SBT di Bula, Selasa (15/9/2029). Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari, 15 – 16 September 2026.
Menurut Ika Fachri Alkatiri, menuju Indonesia Emas 2045, daerah dihadapkan pada berbagai tantangan nyata, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi keluarga, penanganan stunting, hingga pemeliharaan ketahanan pangan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara TP PKK, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama tercapainya cita-cita daerah maupun nasional.
“Sapta Cita yang menjadi arah pembangunan telah diselaraskan serta diintegrasikan dalam dokumen RPJMD Tahun 2025 sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan daerah yang terencana, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Ika Fachri Alkatiri.
Ia menambahkan bahwa melalui RPJMD tersebut, nilai-nilai dan tujuan Sapta Cita dijabarkan langsung ke dalam program dan kegiatan PKK di tingkat kecamatan, desa, hingga dasawisma agar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Lebih lanjut, Rakerda ini dinilai memiliki arti strategis sebagai forum evaluasi, koordinasi, sekaligus perencanaan program kerja PKK ke depan. Melalui forum ini, capaian pelaksanaan 10 program pokok PKK dievaluasi guna merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Dalam arahannya, Ika Fachri Alkatiri menyoroti empat fokus utama yang harus menjadi perhatian bersama jajaran penggerak PKK SBT. Pertama,
peningkatan kualitas pelayanan kesehatan keluarga, termasuk upaya pencegahan stunting.
Kedua, penguatan ketahanan pangan keluarga, melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan. Ketiga,
peningkatan pendidikan dan keterampilan keluarga, dengan fokus khusus bagi kaum perempuan. Keempat, optimalisasi peran dasawisma, sebagai garda terdepan dan ujung tombak gerakan PKK di tingkat desa dan kecamatan.
Ia juga mengajak seluruh kader PKK di Kabupaten SBT untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, memanfaatkan teknologi informasi secara bijak, serta memperluas kemitraan dengan berbagai pihak demi menyukseskan program-program pembangunan daerah.
“Rakorda yang dilaksanakan bukan sekadar ajang silaturahim, melainkan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan dan memantapkan pelaksanaan gerakan PKK dalam menghadapi masa depan pembangunan masyarakat dan bangsa,” pungkas Ika Fachri Alkatiri. (HT-01)








