Sangkala Semprot Pemerintah: Buka Pasar untuk UMKM Maluku, Jangan Cuma Janji!

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Asis Sangkala. (FOTO: DOK. DPP PKS)

Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Asis Sangkala. (FOTO: DOK. DPP PKS)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala mendesak pemerintah memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar produk lokal tidak hanya dipamerkan, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ia menilai, dukungan pemerintah perlu diwujudkan melalui pendampingan usaha, penguatan pemasaran, dan peningkatan investasi. Pasalnya, pelaku UMKM membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, agar mampu mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta menjangkau konsumen yang lebih luas.

Upaya pemberdayaan tidak boleh berhenti pada kegiatan promosi, tetapi harus disertai kebijakan yang memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah harus hadir, untuk memberdayakan UMKM agar mereka bisa terus eksis dengan produk-produknya. Mereka juga perlu mendapatkan akses pasar yang memadai, sehingga usahanya dapat terus berkembang,” kata Sangkala saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (10/10/2026).

Dorongan tersebut juga disampaikan Sangkala, saat mengunjungi stan pameran UMKM dalam kegiatan 6th Maluku Manggurebe 2026, yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku di Pattimura Park, Jumat (9/10/2026).

Sangkala menilai, pelaksanaan Maluku Manggurebe selama enam tahun berturut-turut telah memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal, untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Kegiatan semacam ini juga membuka kesempatan bagi UMKM, untuk membangun jaringan pemasaran, dan memperkenalkan potensi produk unggulan daerah.

Namun, ia mengingatkan, bahwa promosi melalui pameran perlu diikuti langkah konkret, agar produk UMKM tidak hanya dikenal selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas setelah pameran berakhir.

Karena itu, Sangkala mendorong pemerintah daerah memperkuat program pembinaan, yang berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha, mulai dari peningkatan mutu produk, pengembangan kapasitas produksi, hingga perluasan jaringan distribusi dan pemasaran.

Menurutnya, UMKM memiliki peluang untuk berkembang, apabila memperoleh akses yang memadai terhadap pasar, dan dukungan yang memungkinkan mereka meningkatkan skala usaha.

Selain pembinaan, Sangkala menyoroti pentingnya investasi, dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM di Maluku.

Keterlibatan investor dan mitra usaha dinilai, dapat membuka peluang pengembangan bisnis, memperluas pemasaran produk lokal, serta meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi permintaan konsumen.

Ia berharap, pemerintah dapat menciptakan iklim usaha yang mendukung keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan UMKM, sehingga pelaku usaha lokal memiliki kesempatan lebih besar, untuk meningkatkan daya saing.

Sangkala juga mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia Provinsi Maluku, dalam menyelenggarakan Maluku Manggurebe sebagai wadah promosi dan pengembangan usaha.

Dia menyebut, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu sarana, untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat, serta pihak-pihak yang berpotensi mendukung pengembangan usaha.

Meski demikian, ia menegaskan, bahwa keberhasilan pemberdayaan UMKM membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga terkait, sektor perbankan, dan pelaku usaha itu sendiri.

Melalui dukungan yang terarah, Sangkala berharap, UMKM di Maluku dapat meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas jangkauan pemasaran, dan menciptakan peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan usaha perorangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah, melalui pertumbuhan usaha lokal dan terbukanya kesempatan ekonomi baru,” tandas dia. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu, Pemprov Maluku Banting Harga Rp40 Ribu!
Besok Pemkot Ambon Gelar Pangan Murah, Cabai Rawit Rp40.000 Per Kg
Kawal Proyek Blok Masela, Pemprov Maluku dan TNI Perkuat Sinergi
Harga Cabai di Maluku Tembus Rp200 Ribu per Kilogram
Lulusan BLK Ambon Terancam Menganggur, DPRD Desak Pemkot Sediakan Modal dan Pendampingan
CBP Tembus 4 Juta Ton, Komisi IV DPR dan Gubernur Maluku Dorong Peningkatan Kinerja Bulog
Gubernur Maluku Desak Ganti Untung Lahan Blok Masela Rampung Oktobe
Gubernur Maluku: Kolaborasi dan Inovasi, Kunci Bawa Potensi Maluku ke Pasar Global

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:43 WIT

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu, Pemprov Maluku Banting Harga Rp40 Ribu!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:38 WIT

Besok Pemkot Ambon Gelar Pangan Murah, Cabai Rawit Rp40.000 Per Kg

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:32 WIT

Kawal Proyek Blok Masela, Pemprov Maluku dan TNI Perkuat Sinergi

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIT

Harga Cabai di Maluku Tembus Rp200 Ribu per Kilogram

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:43 WIT

Lulusan BLK Ambon Terancam Menganggur, DPRD Desak Pemkot Sediakan Modal dan Pendampingan

Berita Terbaru

Konferensi pers bertajuk Pansel Penyelenggara Pemilu Mandek, Integritas Pemilu Dipertaruhkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kodifikasi Pemilu yang disiarkan melalui kanal YouTube Indonesia Corruption Watch (ICW), Minggu (25/10/2026). (Foto: Kanal Youtube Indonesia Corruption Watch (ICW).

Politik

Presiden Didesak Buka Nama Tim Seleksi Pansel KPU-Bawaslu

Minggu, 25 Okt 2026 - 20:51 WIT