AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Ratusan alumni Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon yang telah mengantongi sertifikat kompetensi kini terancam menganggur akibat minimnya penempatan dan keterbatasan anggaran daerah.
Anggota DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw, menegaskan Pemkot Ambon harus mengambil langkah konkret dengan merealokasi anggaran untuk mendukung pengembangan wirausaha alumni BLK.
“Di sini kita tidak hanya memperhatikan jumlah peserta yang sudah dilatih, tetapi bagaimana kita memastikan pengembangan karier dan penempatan kerja para alumni secara berkelanjutan,” ujar Laturiuw, Rabu (14/10/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Politisi Partai Gerindra ini menilai, realita di lapangan menunjukkan para lulusan bersertifikat di berbagai bidang—seperti perbengkelan, tata boga, hingga tata busana—sering kali dibiarkan berjuang sendiri tanpa pendampingan nyata. Kondisi ini membuat program pelatihan yang memakan anggaran negara menjadi kurang optimal dalam menopang perekonomian warga.
Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, Laturiuw mendorong Pemkot Ambon membuka jaringan kerja sama yang luas dengan dunia usaha dan dunia industri agar para alumni BLK dapat terserap pasar kerja.
Di samping itu, dukungan akses permodalan bagi lulusan yang ingin membuka usaha mandiri sesuai bidang keahliannya dinilai menjadi kunci utama pengentasan pengangguran. Tanpa langkah nyata lanjutan, program pelatihan bersertifikat terancam berujung sia-sia.
“Kalau sudah selesai pelatihan tapi tidak ada pengembangan fasilitas dan usaha, itu artinya pemerintah belum secara utuh membantu warga masyarakat,” pungkasnya. (HT-01)









