Lulusan BLK Ambon Terancam Menganggur, DPRD Desak Pemkot Sediakan Modal dan Pendampingan

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon di 
Jl. K. Satsui Tubun, No. 46, Passo, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku. (FOTO : ISTIMEWA)

Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon di Jl. K. Satsui Tubun, No. 46, Passo, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku. (FOTO : ISTIMEWA)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Ratusan alumni Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon yang telah mengantongi sertifikat kompetensi kini terancam menganggur akibat minimnya penempatan dan keterbatasan anggaran daerah.

Anggota DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw, menegaskan Pemkot Ambon harus mengambil langkah konkret dengan merealokasi anggaran untuk mendukung pengembangan wirausaha alumni BLK.

“Di sini kita tidak hanya memperhatikan jumlah peserta yang sudah dilatih, tetapi bagaimana kita memastikan pengembangan karier dan penempatan kerja para alumni secara berkelanjutan,” ujar Laturiuw, Rabu (14/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi Partai Gerindra ini menilai, realita di lapangan menunjukkan para lulusan bersertifikat di berbagai bidang—seperti perbengkelan, tata boga, hingga tata busana—sering kali dibiarkan berjuang sendiri tanpa pendampingan nyata. Kondisi ini membuat program pelatihan yang memakan anggaran negara menjadi kurang optimal dalam menopang perekonomian warga.

Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, Laturiuw mendorong Pemkot Ambon membuka jaringan kerja sama yang luas dengan dunia usaha dan dunia industri agar para alumni BLK dapat terserap pasar kerja.

Di samping itu, dukungan akses permodalan bagi lulusan yang ingin membuka usaha mandiri sesuai bidang keahliannya dinilai menjadi kunci utama pengentasan pengangguran. Tanpa langkah nyata lanjutan, program pelatihan bersertifikat terancam berujung sia-sia.

“Kalau sudah selesai pelatihan tapi tidak ada pengembangan fasilitas dan usaha, itu artinya pemerintah belum secara utuh membantu warga masyarakat,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu, Pemprov Maluku Banting Harga Rp40 Ribu!
Besok Pemkot Ambon Gelar Pangan Murah, Cabai Rawit Rp40.000 Per Kg
Kawal Proyek Blok Masela, Pemprov Maluku dan TNI Perkuat Sinergi
Harga Cabai di Maluku Tembus Rp200 Ribu per Kilogram
Sangkala Semprot Pemerintah: Buka Pasar untuk UMKM Maluku, Jangan Cuma Janji!
CBP Tembus 4 Juta Ton, Komisi IV DPR dan Gubernur Maluku Dorong Peningkatan Kinerja Bulog
Gubernur Maluku Desak Ganti Untung Lahan Blok Masela Rampung Oktobe
Gubernur Maluku: Kolaborasi dan Inovasi, Kunci Bawa Potensi Maluku ke Pasar Global

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:43 WIT

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu, Pemprov Maluku Banting Harga Rp40 Ribu!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:38 WIT

Besok Pemkot Ambon Gelar Pangan Murah, Cabai Rawit Rp40.000 Per Kg

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:32 WIT

Kawal Proyek Blok Masela, Pemprov Maluku dan TNI Perkuat Sinergi

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIT

Harga Cabai di Maluku Tembus Rp200 Ribu per Kilogram

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:43 WIT

Lulusan BLK Ambon Terancam Menganggur, DPRD Desak Pemkot Sediakan Modal dan Pendampingan

Berita Terbaru

Konferensi pers bertajuk Pansel Penyelenggara Pemilu Mandek, Integritas Pemilu Dipertaruhkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kodifikasi Pemilu yang disiarkan melalui kanal YouTube Indonesia Corruption Watch (ICW), Minggu (25/10/2026). (Foto: Kanal Youtube Indonesia Corruption Watch (ICW).

Politik

Presiden Didesak Buka Nama Tim Seleksi Pansel KPU-Bawaslu

Minggu, 25 Okt 2026 - 20:51 WIT