Harga Cabai di Maluku Tembus Rp200 Ribu per Kilogram

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM—Pemerintah Daerah (Pemda) di Maluku didesak segera mengambil langkah konkret menekan lonjakan harga cabai rawit yang kini melambung hingga Rp200 ribu per kilogram.

Di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), harga cabai rawit melonjak drastis dari Rp160 ribu menjadi Rp200 ribu per kilogram. Sementara di Kota Ambon, harganya menembus Rp130 ribu per kilogram.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Nita Bin Umar, meminta pemda provinsi maupun kabupaten/kota mewaspadai kenaikan harga berbagai komoditas pangan setelah harga cabai rawit melonjak tajam hingga kisaran Rp180 ribu–Rp200 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan pentingnya pengawasan pasokan dan langkah antisipasi dini untuk menjaga kestabilan harga di tengah ancaman kemarau berkepanjangan.

“Tingginya harga bahan pangan tidak bisa dilepaskan dari persoalan ketersediaan pasokan dan ketergantungan Maluku pada komoditas dari luar daerah. Kondisi ini harus diantisipasi agar masyarakat tidak semakin terbebani ketika produksi pertanian terganggu akibat cuaca ekstrem,” tegas Nita, Senin (19/10/2026).

Nita juga mengingatkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kemarau yang berpotensi berlangsung lebih panjang dapat berdampak berantai pada sektor pertanian. Gangguan produksi berisiko menekan ketersediaan komoditas di pasar dan memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, persoalan harga pangan harus menjadi perhatian pemda sejak awal, bukan baru direspon saat kenaikan harga sudah terlanjur memberatkan warga. Pemerintah perlu rutin memantau kondisi produksi, kebutuhan pasar, serta kelancaran distribusi antardaerah untuk mengantisipasi potensi kelangkaan.

“Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat ketahanan pangan daerah agar kebutuhan masyarakat tidak rentan terhadap gangguan produksi maupun distribusi dari luar Maluku,” ujarnya.

Selain pengawasan harga, pemda juga didesak terus memantau ketersediaan komoditas strategis. Data ketersediaan tersebut menjadi dasar krusial dalam menentukan kebijakan intervensi pasar yang tepat sasaran.

Nita menekankan, kenaikan harga pangan memberikan tekanan langsung pada daya beli masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah.

“Karena itu, saya mendorong koordinasi lintas instansi agar risiko kenaikan harga diantisipasi melalui perencanaan terukur. Kondisi cuaca, ancaman kekeringan, potensi gangguan produksi, hingga kelancaran pasokan harus masuk dalam kalkulasi pemerintah daerah,” jelas Nita.

Ia menambahkan, pembahasan mitigasi karhutla dan kemarau panjang juga harus memperhitungkan dampaknya terhadap sektor ekonomi warga, bukan sekadar isu lingkungan atau kesehatan semata. Persoalan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan mendalam dalam penyusunan program dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Maluku Tahun 2027.

“Sediakan payung sebelum hujan. Saya berharap pemerintah daerah memperkuat pengawasan dan mengambil langkah konkret agar ketersediaan pangan terjaga dan beban masyarakat tidak semakin berat,” tandasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu, Pemprov Maluku Banting Harga Rp40 Ribu!
Besok Pemkot Ambon Gelar Pangan Murah, Cabai Rawit Rp40.000 Per Kg
Kawal Proyek Blok Masela, Pemprov Maluku dan TNI Perkuat Sinergi
Lulusan BLK Ambon Terancam Menganggur, DPRD Desak Pemkot Sediakan Modal dan Pendampingan
Sangkala Semprot Pemerintah: Buka Pasar untuk UMKM Maluku, Jangan Cuma Janji!
CBP Tembus 4 Juta Ton, Komisi IV DPR dan Gubernur Maluku Dorong Peningkatan Kinerja Bulog
Gubernur Maluku Desak Ganti Untung Lahan Blok Masela Rampung Oktobe
Gubernur Maluku: Kolaborasi dan Inovasi, Kunci Bawa Potensi Maluku ke Pasar Global

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:43 WIT

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu, Pemprov Maluku Banting Harga Rp40 Ribu!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:38 WIT

Besok Pemkot Ambon Gelar Pangan Murah, Cabai Rawit Rp40.000 Per Kg

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:32 WIT

Kawal Proyek Blok Masela, Pemprov Maluku dan TNI Perkuat Sinergi

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIT

Harga Cabai di Maluku Tembus Rp200 Ribu per Kilogram

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:43 WIT

Lulusan BLK Ambon Terancam Menganggur, DPRD Desak Pemkot Sediakan Modal dan Pendampingan

Berita Terbaru

Konferensi pers bertajuk Pansel Penyelenggara Pemilu Mandek, Integritas Pemilu Dipertaruhkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kodifikasi Pemilu yang disiarkan melalui kanal YouTube Indonesia Corruption Watch (ICW), Minggu (25/10/2026). (Foto: Kanal Youtube Indonesia Corruption Watch (ICW).

Politik

Presiden Didesak Buka Nama Tim Seleksi Pansel KPU-Bawaslu

Minggu, 25 Okt 2026 - 20:51 WIT