AMBON,HT.—Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat (SBB) tengah menangani kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan antar-penambang yang terjadi di area pertambangan Gunung Kali Mati, Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Sabtu (7/2/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIT ini melibatkan kelompok penambang dari Desa Luhu terhadap empat warga Dusun Hulung.
Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., menyatakan bahwa insiden ini diduga kuat merupakan aksi balasan terkait perselisihan pada 4 Februari lalu.
“Dugaan sementara merupakan aksi balasan dari kejadian sebelumnya. Namun, kami tegaskan semua pihak yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami imbau masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi,” ujar Kapolres.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Kejadian dan Dampak Kerusakan
Berdasarkan data kepolisian, konflik bermula saat korban berinisial L.O.J berselisih dengan penambang asal Desa Luhu berinisial Z.W terkait dugaan pengambilan hasil tambang. Meski sempat dimediasi, ketegangan kembali memuncak pada Sabtu siang.
L.O.J diduga diserang secara mendadak menggunakan kayu dan batu oleh sekelompok orang, yang mengakibatkan cedera serius pada kaki, kepala, dan tangan.
Selain L.O.J, tiga korban lain yakni B.S (68), R.S (19), dan L.E (19) juga mengalami luka memar akibat penganiayaan tersebut. L.O.J kini dirawat di Puskesmas Iha dan direncanakan akan dirujuk ke Ambon.
Situasi sempat memanas pada pukul 18.16 WIT, ditandai dengan pembakaran puluhan sepeda motor milik pekerja tambang di pangkalan ojek Bambu Kuning.
Polisi masih melakukan pendataan kendaraan yang hangus terbakar serta mendalami keterkaitannya dengan penganiayaan tersebut.
*Mediasi dan Pengamanan Ketat*
Guna mencegah konflik meluas, Kapolres SBB memimpin langsung langkah mediasi pada Minggu (8/2/2026). Pertemuan maraton digelar dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintah dari kedua desa.
Di Desa Iha, Kapolres berdialog dengan Raja Negeri Iha, Muhammad Zein Latukaisupy. Sementara di Desa Luhu, pertemuan dilakukan bersama Kepala Desa Luhu, Abd. Gani Kaliki.
Dari kedua pertemuan tersebut, lahir sejumlah poin kesepakatan penting, yakni seluruh pihak sepakat menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada kepolisian, Satgas Desa Iha dan Desa Luhu diwajibkan bekerja sama menyelesaikan setiap persoalan di lokasi tambang.
Selain itu, untuk sementara waktu, warga kedua desa diminta tidak melintasi wilayah masing-masing guna menghindari gesekan susulan, dan Disepakati penempatan pos pengamanan statis di wilayah perbatasan kedua desa.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif demi stabilitas keamanan. Personel telah kami tempatkan di titik-titik rawan untuk mencegah konflik susulan,” tegas AKBP Andi Zulkifli.
Hingga berita ini diturunkan, situasi kamtibmas di wilayah pertambangan dan perbatasan kedua desa dilaporkan telah aman dan kondusif. Polisi bersama unsur pemerintah desa terus melakukan pemantauan ketat di lapangan. (HT-02)










