HEADLINETIMUR.COM – Bupati Buru, Ikram Umasugi, akhirnya turun langsung melihat aktivitas penambangan emas di Desa Waenibe, Kecamatan Waplau, Senin (9/2/2026). Kedatangan Bupati ini disambut harap-harap cemas oleh para penambang rakyat.
Meski Bupati Ikram menekankan pada imbauan keselamatan kerja dan larangan penggunaan bahan kimia berbahaya, masyarakat setempat justru menyuarakan kekhawatiran akan adanya penertiban atau pengambilalihan lahan oleh korporasi.
Warga meminta Bupati agar tidak melakukan penutupan paksa dan tidak menyerahkan pengelolaan kepada pihak perusahaan atau koperasi seperti yang terjadi di kawasan Gunung Botak.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menolak Penambang Luar dan Konflik Lahan
Sarif Mede, warga setempat, menegaskan perlunya ketegasan Pemda untuk melindungi warga lokal.
Ia meminta agar pemerintah membatasi masuknya penambang dari luar Pulau Buru untuk mencegah konflik sosial.
“Jangan sampai ada pihak-pihak yang datang lalu main klaim tanah adat atau tanah nenek moyang. Tambang Gunung Botak harus jadi pelajaran, jangan sampai orang luar datang buat kerusuhan,” tegas Sarif.
Sementara itu, sentimen emosional datang dari para pendulang tradisional. Mereka memohon kebijaksanaan Bupati agar aktivitas mereka tidak diusik, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
“Antua (Beliau) harus kasihan melihat orang sedang mendulang. Jangan sampai ada penyisiran, tolong jangan ganggu masyarakat yang lagi cari makan untuk persiapan puasa,” tutur seorang warga dengan nada memohon.
Bahkan, warga lainnya pesimis, dan menduga kedatangan bupati hanya untuk merayu penambang.
“Ini sudah mulai terbaca arah pikirannya. Kalau sudah turun ke lokasi begini, bahaya. Nanti mereka pulang ke kursi empuk, sambil merokok memikirkan siasat agar tambang baru ini dimasukkan ke koperasi atau diambil alih pemerintah. Ini bisa jadi masalah besar.”
Diberitakan sebelumnya, demam emas kembali melanda Kabupaten Buru. Kali ini, warga dihebohkan dengan penemuan kandungan emas di aliran Sungai Wanibe, Desa Waipotih, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru.
Penemuan lokasi emas baru di wilayah Buru bagian barat ini mendadak viral setelah lokasi tersebut diketahui menyimpan butiran logam mulia.
Berdasarkan informasi, masyarakat setempat mulai memadati area sungai, terutama di titik yang berada tepat di bawah Jembatan Wanibe.
Dengan peralatan seadanya seperti sekop, cangkul dan wajan, warga terlihat membuat kolam-kolam kecil di pinggiran sungai dan dengan telaten mengais tanah serta bebatuan demi mendapatkan butiran emas.
Kabar mengenai temuan lokasi baru ini mulai meluas setelah akun Facebook bernama Max Seleky mengunggah foto dan informasi aktivitas warga tersebut pada Kamis (5/2/2026).
Dalam unggahannya, terlihat antusiasme warga yang mencoba mengadu nasib di lokasi yang belum lama diketahui mengandung emas tersebut.
Seorang warga yang berada di lokasi menyebutkan bahwa penemuan ini menjadi harapan baru bagi ekonomi masyarakat sekitar. Meski demikian, aktivitas ini dilakukan secara mandiri oleh warga tanpa pengawasan pihak berwenang sejauh ini.
Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Buru maupun dinas terkait mengenai kadar kandungan emas di lokasi tersebut serta regulasi mengenai aktivitas penambangan rakyat yang mulai tumbuh di area jembatan tersebut. (HT-01)










