AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri dan M. Miftah Thoha R. Wattimena, akan genap memasuki satu tahun masa jabatan periode 2025–2030 pada 20 Februari 2026 mendatang.
Menandai momen tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT menyiapkan agenda khusus bertajuk “Syukuran dan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan” yang dipusatkan di kawasan Pantai Wailola, Kota Bula. Acara ini mengusung tema besar “Satu Tahun Kepemimpinan, Satu Arah Pembangunan”.
Satu tahun kepemimpinan Fachri-Miftah dimaknai sebagai perjalanan dengan semangat gerak cepat dan kerja nyata.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Momen ini dirancang bukan sekadar sebagai seremonial, melainkan ruang refleksi bersama atas capaian, proses, dan arah pembangunan yang konsisten dijaga.
“Pada momen ini, Pemerintah Daerah akan menyampaikan capaian-capaian pembangunan selama satu tahun, sekaligus meneguhkan kembali visi pembangunan yang berpijak pada nilai ‘SBT Berbudi Luhur’ sebagai landasan melayani masyarakat,” demikian keterangan resmi melalui akun Facebook Pemkab Sbt, Jumat (13/2/2026),
Hadirkan Konsep Kampung Ramadan
Mengingat peringatan satu tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, rangkaian kegiatan akan dikemas dalam konsep Kampung Ramadan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 20 Februari hingga 2 Maret 2026.
Pantai Wailola akan disulap menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan berbagai aktivitas menarik. Beberapa agenda utama yang disiapkan antara lain Pasar Takjil setiap hari untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa masyarakat.
Selain ada Rumah Tematik yang menghadirkan layanan publik dan edukasi melalui Rumah Sehat, Rumah Cerdas, Rumah Sejahtera, dan Rumah Berbudi Luhur.
Festival Sahur juga tak ketinghalan. Rangkaian lomba bernuansa Islami seperti lomba sholawat, dai cilik, hias dusun, hingga dendang sahur.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dibangun dengan semangat kolaborasi yang melibatkan Pemerintah Daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, organisasi kepemudaan, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Perayaan ini diharapkan menjadi milik bersama masyarakat SBT dalam memperkuat semangat ‘Ita Wotu Nusa’ untuk satu arah pembangunan daerah yang lebih baik. (HT-01)










