BMKG: Potensi Kekeringan di Maluku Berlanjut Hingga Awal 2027

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 14:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Stasiun Klimatologi Maluku Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana kekeringan. Potensi curah hujan di wilayah Maluku saat ini berada pada kategori rendah (0–100 mm per bulan) dengan sifat hujan di bawah normal.

Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Maluku diprediksi terjadi pada September 2026. BMKG memprakirakan durasi kemarau kali ini berlangsung lebih panjang dari biasanya (lebih dari tiga dasarian), dengan potensi kekeringan yang diprediksi bertahan hingga awal 2027 akibat pengaruh fenomena El Niño yang kuat.

Baca Juga :  Menakar Kedaulatan SDA Maluku: Dari Hak Masyarakat Adat Hingga Penegakan Hukum Berkelanjutan

Sejumlah wilayah bahkan sudah mencatatkan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang cukup panjang. Kabupaten Seram Bagian Timur, misalnya, telah mengalami hari tanpa hujan ekstrem hingga lebih dari 60 sampai 73 hari.

Sifat hujan normal pada periode ini diprakirakan hanya terjadi secara terbatas di sebagian wilayah selatan Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanimbar.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG meminta masyarakat dan pihak terkait untuk mengantisipasi ancaman kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan guna mengantisipasi penurunan kualitas udara yang berpotensi memicu timbulnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku
Dukung RUU Perubahan Iklim, Unpatti Sediakan Kajian Akademik untuk DPR RI
14,6 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Maluku Terbakar, Terluas Keenam di Indonesia
SiPongi⁺ Kemenhut Catat 485 Titik Panas di Wilayah Maluku
BMKG Deteksi 235 Titik Panas di Maluku, 15 Lokasi Mengalami Kebakaran Parah
DLHP Ambon Bersihkan TPS Liar Kebun Cengkeh, RT Diminta Pasang Imbauan Larangan
Atasi Sampah dari Sumbernya, Pemkot Ambon Perkuat Kolaborasi Lingkungan Berkelanjutan
Menakar Kedaulatan SDA Maluku: Dari Hak Masyarakat Adat Hingga Penegakan Hukum Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:36 WIT

Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku

Selasa, 1 September 2026 - 14:08 WIT

BMKG: Potensi Kekeringan di Maluku Berlanjut Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:38 WIT

Dukung RUU Perubahan Iklim, Unpatti Sediakan Kajian Akademik untuk DPR RI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:40 WIT

14,6 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Maluku Terbakar, Terluas Keenam di Indonesia

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:57 WIT

SiPongi⁺ Kemenhut Catat 485 Titik Panas di Wilayah Maluku

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT