AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Stasiun Klimatologi Maluku Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana kekeringan. Potensi curah hujan di wilayah Maluku saat ini berada pada kategori rendah (0–100 mm per bulan) dengan sifat hujan di bawah normal.
Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Maluku diprediksi terjadi pada September 2026. BMKG memprakirakan durasi kemarau kali ini berlangsung lebih panjang dari biasanya (lebih dari tiga dasarian), dengan potensi kekeringan yang diprediksi bertahan hingga awal 2027 akibat pengaruh fenomena El Niño yang kuat.
Sejumlah wilayah bahkan sudah mencatatkan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang cukup panjang. Kabupaten Seram Bagian Timur, misalnya, telah mengalami hari tanpa hujan ekstrem hingga lebih dari 60 sampai 73 hari.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sifat hujan normal pada periode ini diprakirakan hanya terjadi secara terbatas di sebagian wilayah selatan Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanimbar.
Menanggapi kondisi tersebut, BMKG meminta masyarakat dan pihak terkait untuk mengantisipasi ancaman kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan guna mengantisipasi penurunan kualitas udara yang berpotensi memicu timbulnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). (HT-01)











