Dukung RUU Perubahan Iklim, Unpatti Sediakan Kajian Akademik untuk DPR RI

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON,HEADLINETIMUR.COM — Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Fredy Leiwakabessy, mendorong penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga legislatif untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, isu lingkungan, sosial, serta pembangunan berkelanjutan di Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor saat menandatanganani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepala Badan Keahlian DPR RI (BK DPR RI), Prof. Bayu Dwi Anggono,  Aula Rektorat Unpatti, Jumat (28/8/2026).
Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta dukungan keahlian akademik untuk menyokong tugas dan fungsi legislasi DPR RI.

Dalam sambutannya, Prof. Fredy menegaskan bahwa isu perubahan iklim merupakan persoalan strategis yang membutuhkan pendekatan multidisiplin. Unpatti memiliki kepakaran akademik di bidang lingkungan, sosial, pertanian, teknik, hukum, sains, hingga teknologi yang siap dikontribusikan.

“Kehadiran BK DPR RI menjadi peluang emas untuk menjembatani hasil kajian akademik dengan proses penyusunan kebijakan publik. Riset perguruan tinggi harus menjadi fondasi dalam melahirkan regulasi berbasis data dan pengetahuan ilmiah,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, kebijakan perubahan iklim tidak boleh berhenti pada upaya mitigasi dan adaptasi semata, melainkan harus memperkuat resiliensi masyarakat lokal. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar regulasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan memperkuat ketahanan daerah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BK DPR RI, Prof. Bayu Dwi Anggono, mengungkapkan bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim yang menyasar sektor pertanian, kelautan, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan.

Oleh karena itu, penyusunan regulasi terkait pengelolaan perubahan iklim harus dilakukan secara komprehensif. Aspek pendanaan, perlindungan kelompok rentan, serta kejelasan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah wajib masuk dalam kalkulasi legislasi.

Baca Juga :  Tinjau Bencana El Nino di SBT, Anggota DPR Alimudin Kolatlena Pastikan BNPB Respons Cepat Usulan Daerah

“Keterlibatan perguruan tinggi melalui konsultasi publik sangat krusial dalam penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang (RUU). Masukan dari para akademisi memperkuat substansi regulasi agar lebih partisipatif, komprehensif, dan responsif terhadap karakteristik daerah,” jelas Prof. Bayu.

Melalui kemitraan ini, Unpatti menegaskan perannya dalam mengawal kebijakan nasional dengan membawa perspektif, realitas, serta tantangan khas wilayah kepulauan Indonesia Timur.

Rangkaian acara penandatanganan PKS tersebut dilanjutkan dengan Seminar Nasional Penyusunan Naskah Akademik dan RUU tentang Pengelolaan Perubahan Iklim yang diikuti secara aktif oleh ratusan mahasiswa Unpatti. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku
BMKG: Potensi Kekeringan di Maluku Berlanjut Hingga Awal 2027
14,6 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Maluku Terbakar, Terluas Keenam di Indonesia
SiPongi⁺ Kemenhut Catat 485 Titik Panas di Wilayah Maluku
BMKG Deteksi 235 Titik Panas di Maluku, 15 Lokasi Mengalami Kebakaran Parah
DLHP Ambon Bersihkan TPS Liar Kebun Cengkeh, RT Diminta Pasang Imbauan Larangan
Atasi Sampah dari Sumbernya, Pemkot Ambon Perkuat Kolaborasi Lingkungan Berkelanjutan
Menakar Kedaulatan SDA Maluku: Dari Hak Masyarakat Adat Hingga Penegakan Hukum Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:36 WIT

Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku

Selasa, 1 September 2026 - 14:08 WIT

BMKG: Potensi Kekeringan di Maluku Berlanjut Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:38 WIT

Dukung RUU Perubahan Iklim, Unpatti Sediakan Kajian Akademik untuk DPR RI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:40 WIT

14,6 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Maluku Terbakar, Terluas Keenam di Indonesia

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:57 WIT

SiPongi⁺ Kemenhut Catat 485 Titik Panas di Wilayah Maluku

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT