Cegah Bunuh Diri di JMP, Kominfo Ambon Dorong Penerapan CCTV AI

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfosandi) Kota Ambon, Ronald Lekransy, menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan terpadu sebagai langkah strategis untuk mencegah aksi bunuh diri yang marak terjadi di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP).

“Pemkot Ambon terus membangun koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar pengawasan di kawasan JMP dapat dilakukan secara lebih maksimal dan responsif. Hal ini menindaklanjuti arahan Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam berbagai kesempatan,” ujar Lekransy di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Lekransy, salah satu langkah konkret yang perlu didorong ke depan adalah optimalisasi sistem pengawasan CCTV di sepanjang kawasan JMP.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sistem ini diharapkan dapat terhubung langsung dengan ruang pusat pemantauan pemerintah daerah guna mempermudah pengawasan dan penindakan.

Ia menilai pemanfaatan teknologi menjadi bagian krusial dalam sistem pencegahan dini yang efektif.

“CCTV yang dipasang sebaiknya berbasis Artificial Intelligence (AI) sehingga mampu mendeteksi secara otomatis gerakan maupun perilaku yang mencurigakan. Misalnya, jika ada seseorang yang berdiri terlalu lama di tepi jembatan atau melakukan tindakan yang berisiko,” jelasnya kepada Tim PPID dan Media.

Sistem canggih tersebut nantinya dirancang untuk memberikan peringatan cepat (alert system) kepada petugas.

Dengan demikian, respons penanganan di lapangan bisa dilakukan sesegera mungkin saat terdeteksi adanya situasi darurat yang mengancam keselamatan.

Pemkot Ambon juga akan terus berkoordinasi secara intensif dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) guna memperoleh hak akses pemantauan terhadap perangkat CCTV yang telah terpasang, mengingat kawasan JMP berada di bawah wewenang BPJN.

Menurut Lekransy, akses ini sangat penting agar pemerintah daerah dan aparat kepolisian dapat melakukan pengawasan secara langsung, terpadu, dan sinkron.

Di sisi lain, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas aksi cepat tanggap aparat TNI, Polri, serta kesigapan warga yang selama ini berhasil menggagalkan beberapa kali percobaan bunuh diri di kawasan tersebut.

Lekransy pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor ke pihak berwenang apabila melihat seseorang dengan kondisi emosional yang tidak stabil atau menunjukkan perilaku mencurigakan di sekitar jembatan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanganan persoalan bunuh diri tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan pengamanan fisik semata, melainkan juga membutuhkan perhatian serius dari lingkungan keluarga dan dukungan sosial yang kuat.

“Keluarga harus lebih peka dan tanggap terhadap perubahan perilaku anggotanya yang terlihat sedang mengalami tekanan mental maupun persoalan sosial yang berat. Begitu juga peran tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk terus dibangun guna menciptakan budaya kepedulian sosial yang tinggi,” tambahnya.

Lekransy berharap keterlibatan aktif masyarakat, dukungan sistem teknologi pengawasan yang andal, serta pendampingan psikologis yang berkelanjutan dapat berjalan beriringan.

Dengan sinergi tersebut, diharapkan fenomena percobaan bunuh diri di kawasan JMP dapat ditekan secara maksimal. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aleg PKB Tolak Legalisasi Sopi di Ambon, Ungkit Luka Lama Konflik 1999
DPRD Maluku Desak Pemkot Ambon Rutin Razia di Eks Lokalisasi Tanjung Batu Merah
Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik
Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal
Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima
Peletakan Batu Pertama Pastori Patahuwe, Simbol Pemulihan Nyata
Sinergi Hukum Adat dan Hukum Positif Perlu Diperkuat Cegah Konflik di Maluku
Bupati SBB Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Pascakonflik Lisabata-Patahuwe

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:43 WIT

Aleg PKB Tolak Legalisasi Sopi di Ambon, Ungkit Luka Lama Konflik 1999

Senin, 28 September 2026 - 20:04 WIT

DPRD Maluku Desak Pemkot Ambon Rutin Razia di Eks Lokalisasi Tanjung Batu Merah

Rabu, 23 September 2026 - 20:35 WIT

Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik

Rabu, 23 September 2026 - 20:11 WIT

Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal

Selasa, 22 September 2026 - 21:11 WIT

Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima

Berita Terbaru