Konflik Katapang–Olas, 3 Warga Luka, Kapores SBB Paparkan Kronologinya

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM
Situasi di Dusun Olas dan Dusun Katapang, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) berangsur aman dan terkendali pascabentrok yang terjadi pada 5–6 Juni 2026.

Meski kondisi telah meredam, aparat penegak hukum memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam pertikaian tersebut akan tetap diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Andi Zulkifli menjelaskan, konflik tersebut dipicu oleh dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan warga Katapang yang terjadi pada 31 Mei 2026 di wilayah Dusun Olas.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban mengaku dilecehkan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) dan tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Masalah ini kemudian berlarut-larut hingga memicu upaya mediasi mandiri pada Jumat malam, 5 Juni 2026.

Dalam proses mediasi mandiri, situasi sempat memanas akibat adanya konsentrasi massa. Saat rombongan warga Katapang hendak kembali, mereka dilempari batu.

Kejadian ini berujung pada penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh OTK terhadap dua warga Katapang, yakni Yasril Awad dan Hairudin Ulatte.

“Karena peristiwa berlangsung cepat dan di lokasi yang minim penerangan, kedua korban tidak mengenali pelaku,”papar Kapolres, Minggu (7/6).

Baca Juga :  Kapolda Maluku Soroti Miras dan Pengangguran sebagai Pemantik Konflik di Leihitu
Kronologi konflik Olas-Katapang versi Polres SBB. Foto : Gemini generate image.

Kapolres menuturkan, ketegangan meningkat setelah warga Katapang melakukan aksi protes dengan memalang jalan pada Sabtu (6/6/2026).

Di hari yang sama, aksi penganiayaan kembali terjadi dan menimpa seorang warga Dusun Olas, La Ilham Rumbia, yang mengakibatkan luka di bagian wajah. Total terdapat tiga korban luka akibat senjata tajam dari kedua belah pihak.

Kemudian, pada Sabtu siang, lanjut Kapolres, kelompok massa dari Dusun Katapang memaksa masuk melewati perbatasan hingga mendekati permukiman Dusun Olas. Setelah beberapa upaya penghadangan ditembus massa, aparat keamanan terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Di tengah fokus personel yang melakukan pengejaran dan penyekatan massa, oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi dengan membakar satu unit mobil dinas Polres SBB dan satu unit sepeda motor dinas.

“Meski situasi sempat memanas, aparat gabungan berhasil mengendalikan keadaan dan memastikan kondisi berangsur kondusif serta terkendali,” jelas AKBP Andi Zulkifli.

Hingga pada Sabtu malam, Pemerintah Daerah Kabupaten SBB, TNI, Polri, serta perwakilan kedua dusun langsung menggelar pertemuan untuk mencari solusi.

Pejabat yang hadir Dandim 1513/SBB, Letkol Inf. Jaka Putra Dinda, Sekda Kabupaten SBB, Leverne A. Tuasuun, Wakapolres SBB, Kompol Beni Kurniawan, Kabag Ops Polres SBB, AKP J. R. Soplanit, Kabag Log Polres SBB, AKP M. Jayadi, Kasat Pol PP Kabupaten SBB, Muhamad Guntur, Camat Huamual, Rajab Waliulu, dan Kepala Dusun Katapang Sulaiman Makian serta Kadus Olas La Angki Wolio bersama staf dan tokoh masyarakat masing-masing dusun.

Baca Juga :  Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, LPKA Ambon Intensifkan Razia Rutin

Dalam pertemuan tersebut, Pemda SBB meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan jalan damai. Warga Katapang berharap pelaku penganiayaan segera diungkap, sementara warga Olas menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum.

Di sisi lain, TNI dan Polri menegaskan komitmennya untuk tetap netral dan profesional dalam menangani kasus ini. Sebagai hasil akhir, kedua belah pihak sepakat untuk menahan diri dan menjaga situasi kamtibmas, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara hukum kepada aparat penegak hukum serta menunggu mediasi lanjutan yang akan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah.

Kapolres SBB menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan untuk menindak tegas seluruh pelaku yang terlibat sesuai hukum yang berlaku.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” tutup Kapolres. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Maluku Sasar Tempat Hiburan Malam di Ambon, Periksa Urine Pengunjung
Polda Maluku Minta Personel Siaga Penuh Hadapi El Nino dan Karhutla
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, LPKA Ambon Intensifkan Razia Rutin
Konflik Sosial di Maluku Turun Drastis, Hanya 6 di Pertengahan 2026
DPRD Maluku Segera Panggil BPJN Soal Pemasangan CCTV AI di JMP
Cegah Bunuh Diri di JMP, Kominfo Ambon Dorong Penerapan CCTV AI
Cegah Tawuran Remaja, Polres Kepulauan Aru Gelar Patroli Skala Besar
Keamanan Pasar Mardika Kembali Disorot, Pedagang Keluhkan Aksi Pencurian Berulang

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:01 WIT

Polda Maluku Sasar Tempat Hiburan Malam di Ambon, Periksa Urine Pengunjung

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:31 WIT

Polda Maluku Minta Personel Siaga Penuh Hadapi El Nino dan Karhutla

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:47 WIT

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, LPKA Ambon Intensifkan Razia Rutin

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:16 WIT

Konflik Katapang–Olas, 3 Warga Luka, Kapores SBB Paparkan Kronologinya

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:27 WIT

Konflik Sosial di Maluku Turun Drastis, Hanya 6 di Pertengahan 2026

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT