Peletakan Batu Pertama Pastori Patahuwe, Simbol Pemulihan Nyata

- Penulis

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Upaya pemulihan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terus berlanjut. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pastori Jemaat GPM Patahuwe dan rumah bantuan bagi warga terdampak di Gedung Gereja Imanuel Patahuwe, Minggu (20/9/2026).

Peletakan batu penjuru pastori ini membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, bersama TNI-Polri senantiasa hadir dan tidak pernah membiarkan rakyatnya berjuang sendirian di saat-saat tersulit.

“Sinergi yang kokoh antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, unsur TNI-Polri, serta Gereja Protestan Maluku, hari ini menjadi simbol pemulihan yang nyata,” kata Asri Arman dalam sambutannya usai peletakan batu penjuru pastori.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan itu, Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar segala permasalahan dapat dibicarakan dengan baik dan diselesaikan secara kekeluargaan, sebab sejatinya kita semua adalah keluarga.

“Mari kita selalu bahu-membahu menjaga kedamaian dan keamanan, jangan gampang terprovokasi, serta hindari berita hoaks yang dapat memecah belah persaudaraan kita,” ajak orang nomor satu di Kabupaten SBB itu.

Baca Juga :  Masih Terisolasi, Warga Hukuanakota Menandu Orang Sakit di Jalan Tanah Sepanjang 7 Kilometer

Sementara itu, Kapolres SBB AKBP Refindo Pradipta Rulando menegaskan, TNI-Polri bersama pemerintah dan gereja akan terus mengawal proses pemulihan serta menjaga keamanan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan rumah bantuan bukan sekadar pemulihan fisik, melainkan langkah penting untuk mengembalikan rasa aman dan kebersamaan.

“Ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi bagaimana kita bersama-sama membantu masyarakat bangkit dan hidup aman. TNI-Polri akan terus hadir bersama pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Refindo.

Ia juga mengajak warga Patahuwe menjaga situasi kondusif dengan mengedepankan dialog dan menyelesaikan setiap persoalan secara damai.

“Kalau ada persoalan, mari kita bicarakan dan selesaikan dengan baik. Jangan mudah terprovokasi atau percaya informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres mengapresiasi sinergi antara Pemprov Maluku, Pemkab SBB, Sinode GPM, TNI, dan berbagai pihak yang peduli terhadap warga terdampak.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Maluku, Bupati SBB Asri Arman, Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama, Wakil Ketua I MPH Sinode GPM Pdt. Ricardo Andriosa Rikumahu, Dandim 1513/SBB Letkol Inf. Arh. Jaka Putra Dinda, serta anggota DPRD Provinsi Maluku.

Baca Juga :  Diskusi Publik KNPI SBB, Evaluasi Gagalnya PSN MIP di Waesarisa

Turut hadir pula Wakapolres SBB Kompol Pieter Matahelumual, Danyon TP 865 Letkol Inf. Muhammad Joko Chandra Suseno, Ketua TP PKK Kabupaten SBB Yeni Rosbayani Asri, pimpinan OPD SBB, Forkopimcam Taniwel dan Taniwel Timur, pimpinan gereja, Kepala Desa Patahuwe Abdon Latue, serta warga setempat.

Diketahui, sebanyak 29 rumah warga, Pastori dan satu unit sepeda motor dilaporkan terbakar dalam insiden yang terjadi di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026) lalu. Peristiwa tersebut juga menyebabkan empat warga Lisabata mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin.

Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemkab SBB memastikan pembangunan kembali puluhan rumah warga Desa Patahuwe yang rusak akibat bentrok, akan dilakukan menggunakan skema sharing anggaran. Sedangkan biaya pemulihan korban luka ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Maluku. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik
Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal
Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku
Jatah Beda Rumah untuk Maluku Melonjak Drastis, Target 10 Ribu Unit Pada 2027
Sinergi Hukum Adat dan Hukum Positif Perlu Diperkuat Cegah Konflik di Maluku

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:41 WIT

Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam

Rabu, 23 September 2026 - 20:35 WIT

Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik

Rabu, 23 September 2026 - 20:11 WIT

Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal

Selasa, 22 September 2026 - 21:11 WIT

Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima

Selasa, 22 September 2026 - 20:54 WIT

Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT