Kawasan TN Manusela Batasi Ruang Hidup Masyarakat Adat, Latupati Seram Utara Kawal Revisi Dokumen ke Pemerintah

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Raja Negeri Manusela sekaligus Wakil Ketua Latupati Seram Utara, Marxion Eyale, mendatangi Kantor Gubernur Maluku pada Jumat (21/8/2026). Kedatangannya bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat terkait penetapan tapal batas Taman Nasional (TN) Manusela yang dinilai mempersempit ruang hidup dan sumber penghidupan warga setempat.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang. Dalam kesempatan itu, Marxion hadir mendampingi Kepala Urusan Pemerintahan Desa Manusela, John Latumutuany, guna menyerahkan laporan serta poin keresahan masyarakat di wilayah Seram Utara.

Marxion menegaskan, persoalan batas wilayah ini tidak hanya berdampak pada satu negeri, melainkan melingkupi beberapa negeri dan dusun di Kecamatan Seram Utara. Untuk itu, pemerintah negeri dan pemangku adat telah menggelar serangkaian musyawarah guna menghimpun aspirasi resmi dari warga.

“Tuntutan ini bukan atas pemikiran sepihak para raja atau kepala pemerintah negeri, melainkan hasil musyawarah warga yang dilengkapi berita acara resmi. Seluruh dokumen ini disiapkan untuk diserahkan ke Pemprov, DPRD, instansi terkait, hingga pemerintah pusat,” ujar Marxion.

Menurutnya, ketakutan utama masyarakat saat ini adalah keterbatasan ruang gerak dalam beraktivitas di wilayah adat yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama. Ia berharap pemerintah dapat memberikan kepastian hukum dan solusi konkrit agar masyarakat tetap dapat berusaha secara aman tanpa melanggar regulasi.

Baca Juga :  Buka Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam, Wali Kota Ambon Ajak Warga Jaga Perdamaian

Di samping membahas masalah lahan, Marxion memberikan klarifikasi terkait struktur adat di negerinya.

Ia menjelaskan bahwa Stepnat Amanukuany adalah Ketua Adat yang diangkat berdasarkan keputusan kepala pemerintah negeri, sedangkan dirinya menjabat sebagai Raja Negeri Manusela. Klarifikasi ini disampaikan untuk menghindari kekeliruan komunikasi formal ke depan.

Ia juga mengapresiasi respons Gubernur Maluku yang telah membaca dan menindaklanjuti surat aspirasi warga ke kementerian terkait.

Marxion berjanji akan menyerahkan seluruh dokumen hasil kesepakatan tingkat kecamatan setelah kembali dari Ambon, sekaligus mengimbau masyarakat Seram Utara agar tetap menjaga kondusivitas wilayah serta mengedepankan jalur dialog. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Maluku: Agama Mengajarkan Kedamaian, Persaudaraan Menghadirkan Kekuatan
LPKA Ambon Perkuat Moral Anak Binaan Bersama Kemenag
Isbat Nikah Terpadu, 60 Pasutri di Ambon Dapat Kepastian Hukum
Batas Akhir Registrasi Bansos 31 Agustus 2026, Warga Ambon Diimbau Segera Mendaftar
Wali Kota Ambon: Ibu Tangguh, Fondasi Keluarga Kuat
Ratusan Anggota Pramuka Maluku Siap Unjuk Gigi di Jamnas XII
HMI Cabang Ambon: Jangan Kaitkan Kerusuhan Matraman dengan Identitas Orang Ambon
Densus 88 Perluas Pencegahan Radikalisme di Ambon

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 22:35 WIT

Gubernur Maluku: Agama Mengajarkan Kedamaian, Persaudaraan Menghadirkan Kekuatan

Rabu, 2 September 2026 - 14:09 WIT

LPKA Ambon Perkuat Moral Anak Binaan Bersama Kemenag

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:55 WIT

Isbat Nikah Terpadu, 60 Pasutri di Ambon Dapat Kepastian Hukum

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:05 WIT

Batas Akhir Registrasi Bansos 31 Agustus 2026, Warga Ambon Diimbau Segera Mendaftar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:35 WIT

Kawasan TN Manusela Batasi Ruang Hidup Masyarakat Adat, Latupati Seram Utara Kawal Revisi Dokumen ke Pemerintah

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT