Peneliti BRIN Usul Pilkada Asimetris, Sebut Sistem Seragam Mahal

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peniliti ahli politik BRIN, Prof. Siti Zuhro. (Foto:detik.com)

Peniliti ahli politik BRIN, Prof. Siti Zuhro. (Foto:detik.com)

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM – Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Siti Zuhro, mengusulkan pilkada digelar asimetris berdasarkan karakteristik tiap daerah. Siti menilai desain pilkada yang seragam tak selalu efektif diterapkan di semua wilayah.

Hal itu disampaikan Siti dalam RDPU bersama Komisi II DPR saat membahas RUU Pemilu di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Menurut dia, pilkada asimetris lebih efisien dalam menjalankan desentralisasi dan otonomi daerah sebab setiap daerah di Indonesia memiliki kondisi yang berbeda-beda.

“Pilkada asimetris berangkat dari pengakuan atas perbedaan kapasitas fiskal, administratif, dan sosial politik antar daerah. Efisiensi dalam kerangka desentralisasi dan otonomi daerah,” kata Siti.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Desain pilkada yang seragam justru berpotensi tidak efisien, mahal, dan melemahkan governance lokal,” sambungnya.

Baca Juga :  Saadiah Uluputty Desak Pembatalan PMK 81/2025 Karena Cacat Hukum

Siti menjelaskan, pendekatan asimetris memungkinkan adanya variasi mekanisme pemilihan kepala daerah, mulai dari pemilihan langsung, melalui DPRD, penetapan, hingga pengangkatan sesuai dengan karakteristik tiap daerah.

“Model asimetris memungkinkan variasi mekanisme pemilihan langsung, tidak langsung melalui DPRD, penetapan, atau pengangkatan sesuai karakteristik daerah. Karena masih ada daerah persiapan, gitu ya, ada daerah administratif,” ujarnya.

Selain itu, dia menilai pilkada asimetris dapat menjadi desain demokrasi adaptif. Menurut dia, hal itu untuk menjamin efektivitas pemerintahan daerah.

“Dia juga mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan Pasal 18 ayat 4 Undang-Undang Konstitusi 1945. Selain itu, sejalan dengan prinsip Pancasila serta penguatan good local governance dan local welfare.

Selain pilkada, Siti menyoroti soal sistem pemilu legislatif proporsional terbuka yang berlaku saat ini. Menurut dia, sistem tersebut dalam praktiknya memicu persaingan internal partai yang mahal dan transaksional.

Baca Juga :  KPU Maluku Gelar Rakor Pembinaan Kode Etik dan Penguatan Lembaga

“Nah, ini ya, ruang kompetisi yang luas tetapi dalam praktik Indonesia justru memicu kompetisi intra-partai yang mahal dan transaksional. Kondisi ini melemahkan peran partai politik sebagai institusi dan menggeser fokus dari program ke popularitas individual,” jelasnya

“Ini kalau cuma sekadar popularitas dan isi tas, ini membahayakan menurut saya untuk long-term,” sambungnya.

“Selain proporsional terbuka dan tertutup, temuan empiris menunjukkan bahwa sistem campuran atau Mixed Member Proportional (MMP) sebagai alternatif desain pemilu legislatif. Sistem ini mengombinasikan keterwakilan wilayah melalui distrik dan keterwakilan proporsional melalui partai,” paparnya.

“MMP ini berpotensi mengurangi kompetisi intra-partai yang mahal, menekan biaya politik, dan memperkuat peran partai politik,” imbuh dia. (INT)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulhas Isyaratkan Fraksi PAN Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan
Pemkot Ambon Teken NPHD Bantuan Parpol 2026, Ini Pesan Wali Kota
KPU Maluku Gelar Rakor Pembinaan Kode Etik dan Penguatan Lembaga
Rayakan Milad ke-24, PKS SBT Gelar Panen dan Tanam Raya di Werinama
Gelorakan Semangat Restorasi, Abdullah Vanath Pererat Barisan Kader NasDem
Berdayakan Kader, DPD PKS SBT Gelar Workshop dan Diskusi Panel Kewirausahaan
Lantik Pengurus DPC Bula dan Bula Barat, Husen Rumadan: PKS Fokus Kaderisasi dan Melayani Rakyat
Abdullah Vanath Resmi Jabat Ketua DPW NasDem Maluku

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:29 WIT

Peneliti BRIN Usul Pilkada Asimetris, Sebut Sistem Seragam Mahal

Senin, 1 Juni 2026 - 14:57 WIT

Zulhas Isyaratkan Fraksi PAN Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:24 WIT

Pemkot Ambon Teken NPHD Bantuan Parpol 2026, Ini Pesan Wali Kota

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:53 WIT

KPU Maluku Gelar Rakor Pembinaan Kode Etik dan Penguatan Lembaga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:34 WIT

Rayakan Milad ke-24, PKS SBT Gelar Panen dan Tanam Raya di Werinama

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Aniaya Warga di Keffing, Sagaf Kasongat Divonis 3 Bulan Penjara

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:37 WIT

Daerah

Gagal Belok di Gunung Pramuka SBB, Motor Tabrak Bus Damri

Jumat, 5 Jun 2026 - 13:32 WIT

Ekonomi & Bisnis

Tak Lama Lagi, Tambang Gunung Botak Dikelola secara Legal

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:57 WIT