Siasati Ketergantungan APBN, Wagub Maluku Dorong Optimalisasi Sektor Pertanian dan Kelautan

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan bahwa penanganan kemiskinan di Maluku harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi riil di seluruh kabupaten dan kota.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pendalaman Informasi Penyusunan Laporan Eksekutif Daerah bersama Perwakilan BPKP Provinsi Maluku terkait sektor kemiskinan.

Kegiatan yang digelar secara bauran (luring dan daring) di Kantor BPKP Perwakilan Provinsi Maluku pada Selasa (9/6/2026) ini bertujuan untuk menghimpun informasi dan masukan strategis.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paparannya, Abdullah Vanath yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) Provinsi Maluku, menjelaskan bahwa potret kemiskinan di tingkat provinsi merupakan akumulasi dari kondisi di 11 kabupaten/kota.

“Peta kemiskinan Maluku merupakan kontribusi dari peta kemiskinan 11 kabupaten/kota. Begitu pula di tingkat nasional, yang merupakan akumulasi dari kondisi kemiskinan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Vanath.

Baca Juga :  Kemenkeu Kucurkan Rp653 Miliar Tambahan Dana untuk Maluku

Menurutnya, salah satu faktor utama yang memicu tingginya angka kemiskinan di Maluku adalah rendahnya pendapatan masyarakat. Kondisi ini diperparah oleh struktur ekonomi daerah yang hingga kini masih sangat bergantung pada belanja pemerintah melalui APBD dan APBN.

Vanath memaparkan, berbeda dengan daerah lain yang ditopang oleh sektor industri besar, roda perekonomian Maluku masih mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat.

Oleh karena itu, kebijakan efisiensi anggaran pusat pada tahun 2025 dan 2026 langsung berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

“Pertumbuhan ekonomi salah satunya dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar. Ketika dana transfer berkurang, otomatis kemampuan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi juga ikut terdampak,” jelasnya.

Melihat tantangan tersebut, ia mengajak seluruh pihak untuk mengoptimalkan karakteristik pembangunan Maluku yang didominasi oleh sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-451, Wali Kota Ambon Dorong Kebersamaan Lewat Lomba KORMI dan Expo PKK

Masyarakat didorong untuk terus mengembangkan komoditas unggulan daerah seperti cengkeh, pala, kelapa, dan kakao sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Usulan Program dan Tantangan Fiskal

Dalam kesempatan yang sama, Vanath mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku telah mengusulkan program strategis ke Kementerian Pertanian.

Program tersebut berupa penyediaan bibit kakao bagi masyarakat yang diintegrasikan dengan dukungan pendapatan bulanan. Skema ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan warga sekaligus menekan angka kemiskinan.

Meski demikian, ia mengakui implementasi program tersebut masih membentur tantangan keterbatasan anggaran daerah.

Menutup diskusi, Vanath menekankan krusialnya sinergi antar-pemangku kepentingan dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di Maluku.

“Kita harus terus bekerja dan mencari solusi terbaik untuk masyarakat. Semoga kondisi fiskal nasional semakin membaik dan dana transfer ke daerah kembali pulih, sehingga program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (HT-01)

 

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Maluku: Kolaborasi dan Inovasi, Kunci Bawa Potensi Maluku ke Pasar Global
Wagub Maluku Serahkan Dokumen RAPBD Perubahan 2026, Fokus Penguatan Program Prioritas Daerah
Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni
Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah
Ombudsman Maluku Turun Gunung ke Kepulauan Aru, Bongkar Kualitas Pelayanan Publik
Komitmen Nyata untuk Nelayan Maluku : Wajib Pendaratan Hasil Tangkap hingga Lonjakan Kampung Nelayan
Jatah Beda Rumah untuk Maluku Melonjak Drastis, Target 10 Ribu Unit Pada 2027
Wagub Maluku Apresiasi Sambutan Hangat Pemprov Jateng di MTQ Nasional Semarang

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 20:52 WIT

Gubernur Maluku: Kolaborasi dan Inovasi, Kunci Bawa Potensi Maluku ke Pasar Global

Sabtu, 26 September 2026 - 18:04 WIT

Wagub Maluku Serahkan Dokumen RAPBD Perubahan 2026, Fokus Penguatan Program Prioritas Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 21:52 WIT

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni

Kamis, 24 September 2026 - 13:52 WIT

Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:16 WIT

Ombudsman Maluku Turun Gunung ke Kepulauan Aru, Bongkar Kualitas Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT