AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka stunting.
Dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Asri Arman, Pemkab SBB menerapkan strategi jemput bola melalui kunjungan door to door ke rumah balita penderita stunting dan ibu hamil berisiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Langkah taktis ini menjadi bagian dari percepatan penurunan stunting melalui pendekatan persuasif yang menyentuh langsung akar rumput.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (11/06/2026) tersebut menyasar tiga desa lokasi fokus (lokus) di Kecamatan Seram Barat, yakni Desa Morekau, Desa Lumoli, dan Desa Neniari. Dalam agenda tersebut, Bupati memantau langsung kondisi kesehatan warga sekaligus memastikan intervensi program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.
Guna memastikan penanganan yang komprehensif, Bupati didampingi oleh tim lintas sektor yang tergabung dalam Tim Pengampu Stunting.
Tidak hanya mengecek status nutrisi balita dan ibu hamil, rombongan juga mengaudit kelayakan lingkungan tempat tinggal warga. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi faktor risiko lingkungan, seperti kondisi fisik rumah, kualitas sanitasi, fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK), hingga akses air bersih.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab SBB menyalurkan bantuan spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan riil setiap keluarga. Selain dukungan medis dan pemberian makanan tambahan (PMT) kaya gizi, intervensi juga menyentuh aspek sensitif berupa bantuan perbaikan rumah, penyediaan fasilitas sanitasi, dan pemenuhan akses air bersih.
Bupati Asri Arman menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa diselesaikan hanya di balik meja atau melalui rapat koordinasi, melainkan butuh kerja nyata dan kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat.
“Kita harus memastikan bahwa setiap intervensi gizi ini benar-benar sampai dan dikonsumsi oleh anak-anak kita. Pemerintah daerah berkomitmen penuh menurunkan angka stunting di SBB demi melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan kuat,” ujar Bupati di sela-sela kunjungannya.
Melalui pendekatan berbasis keluarga (door to door) dan sinergi lintas sektor ini, Pemkab SBB optimistis dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu mencetak generasi baru SBB yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan. (HT-01)









