Amnesty Internasional: Vonis Bebas Delpedro dkk Momentum Hentikan Kriminalisasi Sipil

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 09:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM –
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan,  vonis bebas terhadap Delpedro Marhaen, Muzaffar Salim, Syahdan Husein, dan Khariq Anhar dalam kasus dugaan penghasutan aksi massa Agustus 2025, membawa harapan baru di tengah pekatnya praktik otoritarianisme di Indonesia.

“Lebih dari sekadar kemenangan di meja hijau, putusan ini harus menjadi momentum bagi negara untuk kembali konsisten menjamin perlindungan menyeluruh terhadap hak konstitusional warga negara dalam berkumpul dan berpendapat secara damai,”ujar Usman Hamid, Jumat (6/3/2026).

Rentetan proses hukum terhadap keempat aktivis ini mengungkap betapa serampangan cara negara merespons aspirasi publik.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih melakukan introspeksi dan membenahi karut-marut kebijakan yang disuarakan kaum muda pada Agustus 2025, pemerintah justru menggunakan instrumen pidana sebagai senjata untuk membungkam suara kritis.

Majelis Hakim dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan penghasutan, penyebaran ujaran kebencian berbasis SARA, penyebaran kabar bohong, hingga eksploitasi anak tidak terbukti di persidangan.

Baca Juga :  Lawan Arus, DPP PPP Beri SP 1 dan 2 Kepada Rovik

Hakim juga mengingatkan bahwa dalam negara hukum yang demokratis, hukum pidana tidak boleh disalahgunakan untuk mengintervensi ruang berpikir atau perbedaan pandangan, kecuali terbukti ada perbuatan pidana yang nyata.

“Ini adalah langkah krusial untuk memenuhi standar HAM internasional. Selama ini, kami mengamati kecenderungan negara menyelewengkan hukum sebagai alat represi. Padahal, tugas negara adalah memfasilitasi kebebasan sipil, bukan meredamnya dengan ancaman jeruji besi,”tegas Usman Hamid.

Namun, Usman mengingatkan semua pihak tidak boleh lengah. Vonis bebas hari ini bukanlah garis akhir.

Kriminalisasi masih menjadi ancaman nyata bagi aktivis dan warga sipil lainnya yang hingga kini masih menanti kepastian hukum.

Di Jakarta masih ada Wawan Hermawan, di Kediri ada Saiful Amin dan Shelfin Bima, serta Muhammad Fakhrurrozi di Yogyakarta, dan banyak lainnya.

“Negara harus mengambil momentum ini untuk segera menghentikan seluruh proses pidana terhadap aktivis dan warga sipil yang dikriminalisasi akibat aksi massa Agustus 2025. Kebebasan berekspresi adalah hak, bukan kejahatan,”pintanya.

Baca Juga :  KPU Maluku Gelar Rakor Pembinaan Kode Etik dan Penguatan Lembaga

Latar Belakang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam sidang putusan pada Jumat, 6 Maret 2026, menyatakan Delpedro Marhaen, Muzaffar Salim, Syahdan Husein, dan Khariq Anhar tidak bersalah atas seluruh dakwaan terkait aksi massa Agustus 2025.

Putusan ini membebaskan keempat terdakwa dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, pada sidang 27 Februari 2026, JPU menuntut mereka dengan pidana penjara selama dua tahun atas dakwaan penghasutan di muka umum, sebagaimana diatur dalam Pasal 246 jo. Pasal 20 huruf c KUHP Baru.

Sejak sidang perdana pada 16 Desember 2025, para terdakwa dijerat dengan pasal berlapis, meliputi penyebaran ujaran kebencian berbasis SARA & Berita Bohong pasal 28 ayat (2) & (3) jo. Pasal 45A UU ITE.

Penghasutan, pasal 160 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,  dan Pasal 76H jo. Pasal 15 jo. Pasal 87 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usung Tagline “HMI Resilience”, Reno Latuconsina Deklarasi Maju Calon Ketum PB HMI
Perkuat Kapasitas Jajaran, KPU Maluku Gelar Pelatihan SDM Berbasis LMS
Hadapi Pemilu 2029, PKS SBT Perkuat Kapasitas Pengurus hingga Tingkat Desa
Soal Pernyataan Cak Imin, Ronan Payapo: Jaga Lisan, Jangan Bawa HMI
Mengusung Perubahan Progresif, Halimun Saulatu Siap Incar Kursi Ketua Demokrat Maluku
Perkuat Literasi Kepemiluan, KPU Maluku Bedah Buku Tata Kelola Pemilu
KPU Maluku Gandeng Kejati Perkuat Pendampingan Hukum Pemilu
KPU Tetapkan Data Pemilih Maluku Semester I 2026 Tembus 1,38 Juta Jiwa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 22:23 WIT

Usung Tagline “HMI Resilience”, Reno Latuconsina Deklarasi Maju Calon Ketum PB HMI

Jumat, 11 September 2026 - 14:12 WIT

Perkuat Kapasitas Jajaran, KPU Maluku Gelar Pelatihan SDM Berbasis LMS

Kamis, 3 September 2026 - 21:42 WIT

Hadapi Pemilu 2029, PKS SBT Perkuat Kapasitas Pengurus hingga Tingkat Desa

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:43 WIT

Soal Pernyataan Cak Imin, Ronan Payapo: Jaga Lisan, Jangan Bawa HMI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:45 WIT

Mengusung Perubahan Progresif, Halimun Saulatu Siap Incar Kursi Ketua Demokrat Maluku

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT