AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, resmi membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Ambon Tahun 2027, yang berlangsung di Hotel Kamari, Rabu (11/3/2026).
Forum ini bertujuan untuk memperoleh masukan, saran, serta penyempurnaan terhadap arah kebijakan pembangunan dan prioritas pembangunan daerah Tahun 2027, sekaligus memastikan keterpaduan perencanaan pembangunan daerah dengan aspirasi pemangku kepentingan serta arah kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.
“Melalui forum ini, kita memastikan proses perencanaan pembangunan daerah berjalan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Toisutta dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan para tamu undangan, Ely Toisutta memaparkan perkembangan positif kondisi pembangunan Kota Ambon dalam beberapa tahun terakhir.
Angka pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tumbuh positif sebesar 4,87 persen, angka kemiskinan menurun dari 5,13 persen pada 2024 menjadi 4,34 persen pada 2025.
Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 83,37 tahun 2024 menjadi 83,97 pada 2025.
“Indikator ini menunjukkan bahwa berbagai program pembangunan dan intervensi kebijakan mulai berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, kita menyadari tantangan pembangunan ke depan masih cukup kompleks,” tambahnya.
5 Prioritas Pembangunan Tahun 2027
Wawali menegaskan, Pemerintah Kota Ambon tetap konsisten mendorong peningkatan kualitas SDM, penguatan struktur ekonomi, pengurangan kesenjangan sosial, pengendalian inflasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Adapun lima prioritas pembangunan tahun 2027, ialah
penguatan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja, perluasan akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, pengembangan UMKM, investasi daerah, dan akses kerja bagi penyandang disabilitas, intensifikasi PAD untuk memperkuat pembiayaan pembangunan, dan penataan kawasan inklusif yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Wawali mengajak seluruh perangkat daerah, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, untuk tidak melihat perencanaan ini sebagai kewajiban administratif semata.
“Saya berharap setiap perangkat daerah menyusun program dengan cara pandang yang solutif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Semoga forum ini melahirkan berbagai gagasan dan perspektif baru untuk memperkaya kebijakan pembangunan Kota Ambon ke depan,” pungkasnya. (HT-01)










