AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Maluku menunjukkan tren positif pada awal tahun ini. Berdasarkan capaian realisasi APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026, Maluku berhasil menembus peringkat ke-9 dari 38 provinsi di Indonesia.
Prestasi tersebut diungkapkan oleh Direktur Pelaksana dan Pertanggungjawaban Keuangan Kemendagri, Simon Saimima, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penyerapan Dana Transfer Pusat ke Daerah yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maluku di Kafe Bizz Hotel Ambon, Senin (20/4/2026).
Simon memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian persentase realisasi pendapatan daerah tersebut. Menurutnya, posisi 10 besar nasional merupakan indikator kinerja yang sangat baik bagi Maluku.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini adalah tren positif yang sangat luar biasa,” ujar Simon di hadapan para peserta rapat.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Simon mengingatkan Pemprov Maluku untuk terus memperkuat kerja sama dengan instansi vertikal, terutama dalam hal elektronifikasi transaksi.
Salah satu instrumen yang ditekankan adalah penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) guna meningkatkan transparansi dan kecepatan belanja.
Ia juga menyoroti beberapa tantangan yang masih perlu dibenahi, di antaranya mendorong upaya pemerintah Kabupaten/Kota dalam memaksimalkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Selain itu, menertibkan aset daerah berupa tanah dan bangunan yang terlantar (idle) atau tidak produktif (underutilized) agar tidak diokupasi oleh pihak yang tidak berwenang.
Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan komitmen Pemprov untuk memastikan penyerapan dana transfer pusat berjalan tepat sasaran.
Agenda tersebut juga diikuti secara komprehensif oleh jajaran pimpinan OPD, UPT lingkup Maluku, serta pimpinan instansi vertikal termasuk BPK, Perwakilan Bank Indonesia, OJK, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, PT Jasa Raharja, PT Bank Maluku-Malut, hingga Bea Cukai. (HT-01)








