Saadiah Uluputty Soroti Ketimpangan Jalan Non-Tol: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Status Jalan!

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 14:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM. – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, memberikan catatan kritis terkait ketimpangan kualitas infrastruktur jalan dalam Rapat Kerja Evaluasi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Senin (13/4/2026).

Ia menyoroti perbedaan signifikan antara layanan jalan tol dan non-tol, serta mendesak pemerintah untuk menghentikan ego sektoral terkait status jalan.

Dalam interupsinya, Saadiah memaparkan data survei yang menunjukkan tingkat kepuasan pengguna jalan tol telah mencapai 91 persen, sedangkan pengguna jalan non-tol masih tertinggal di angka 73 persen.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, angka ini merupakan cerminan nyata dari ketimpangan fasilitas yang dirasakan masyarakat.

“Ada ketimpangan signifikan antara kualitas layanan jalan tol dan non-tol. Evaluasi yang muncul di lapangan menunjukkan kondisi fisik jalan yang rusak hingga minimnya penerangan di jalur non-tol,” ujar legislator asal daerah pemilihan Maluku tersebut.

Baca Juga :  Air Bersih Passo Larier Ambon Ditargetkan Mengalir Awal April

Poin tajam yang disampaikan Saadiah menyasar birokrasi perbaikan jalan yang sering kali terbentur aturan administratif.

Ia mengungkapkan fakta di lapangan di mana pemerintah pusat melalui Balai Jalan kerap menolak memperbaiki kerusakan dengan alasan status jalan tersebut milik provinsi atau kabupaten.

“Ketika ada kerusakan di jalan nasional, Balai siap mengerjakan. Namun, begitu statusnya jalan daerah, mereka langsung angkat tangan. Padahal, Dana Alokasi Khusus (DAK) di daerah sangat terbatas,” tegasnya.

Desakan Evaluasi Status Jalan

Saadiah meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk meninjau kembali klasifikasi status jalan yang dianggap menghambat pelayanan publik.

Ia menekankan bahwa sekat administratif tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Baca Juga :  Diskusi Publik KNPI SBB, Evaluasi Gagalnya PSN MIP di Waesarisa

Hal ini didasari fakta bahwa rakyat membayar pajak yang sama tanpa memandang status jalan yang mereka lalui. Karena itu, kasifikasi administratif harus fleksibel demi kepentingan publik.

Jalur non-tol adalah jalur utama ekonomi rakyat yang krusial, terutama saat mobilisasi besar seperti Lebaran.

“Mengapa harus ada saling lempar tanggung jawab? Bukankah ini semua infrastruktur di Indonesia? Status jalan ini harus dievaluasi karena penggunanya, baik jalan nasional maupun daerah, semuanya membayar pajak yang sama,” pungkasnya.

Saadiah berharap Kementerian PU memiliki strategi yang lebih integratif agar kualitas jalan non-tol dapat ditingkatkan setara dengan standar jalan tol demi keadilan infrastruktur bagi seluruh rakyat. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Butuh Rp279 Juta untuk Bangun Talud, Warga Lateri Diminta Bersabar
Desain Kota Bula Modern, Bupati SBT Gandeng Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia
Gubernur Maluku Desak Pusat Bangun Rumah Korban Konflik dan Bencana
Alimuddin Kolatlena Turun Langsung Bantu Warga Perbaiki Jembatan Pulau Osi
Eks Pasar Inpres Ambon Resmi Jadi Area Penumpukan Petikemas
Penumpang Turun di Laut, Saadiah Minta Pemerintah Segera Bangun Dermaga Feri Tayando-Tam
Pemkot Ambon Tata Parkir Truk dan Rencanakan Pembangunan Dermaga Baru
Respons Cepat Keluhan Warga, Polres SBT Perbaiki Jalan Rusak di Bula

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:20 WIT

Butuh Rp279 Juta untuk Bangun Talud, Warga Lateri Diminta Bersabar

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:49 WIT

Desain Kota Bula Modern, Bupati SBT Gandeng Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:37 WIT

Gubernur Maluku Desak Pusat Bangun Rumah Korban Konflik dan Bencana

Sabtu, 25 April 2026 - 12:00 WIT

Alimuddin Kolatlena Turun Langsung Bantu Warga Perbaiki Jembatan Pulau Osi

Selasa, 21 April 2026 - 09:15 WIT

Eks Pasar Inpres Ambon Resmi Jadi Area Penumpukan Petikemas

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Aniaya Warga di Keffing, Sagaf Kasongat Divonis 3 Bulan Penjara

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:37 WIT

Daerah

Gagal Belok di Gunung Pramuka SBB, Motor Tabrak Bus Damri

Jumat, 5 Jun 2026 - 13:32 WIT

Ekonomi & Bisnis

Tak Lama Lagi, Tambang Gunung Botak Dikelola secara Legal

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:57 WIT