Gubernur Maluku Desak Pusat Bangun Rumah Korban Konflik dan Bencana

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk memberikan atensi khusus terhadap pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak konflik sosial dan bencana di Maluku.

Permintaan tersebut disampaikan Lewerissa dalam rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP di Graha Exitama With Binayas, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Hendrik menyoroti mendesaknya kebutuhan rumah di beberapa desa, dengan penekanan khusus pada Desa Iha.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari empat desa yang diusulkan, Desa Iha harus menjadi prioritas utama. Kondisi masyarakat di sana sangat sulit,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah bukan sekadar urusan fisik, melainkan instrumen penting untuk pemulihan kondisi sosial dan psikologis warga pascakonflik

Lewerissa juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan dilakukan secara adil tanpa memandang latar belakang masyarakat.

Kondisi di lapangan memang cukup mengkhawatirkan. Hendrik mengungkapkan masih banyak warga yang terpaksa bertahan di hunian tidak layak.

Baca Juga :  Maluku Dapat Bantuan 2.998 Rumah 2026, Gubernur Minta Tambahan Besaran Biaya

“Hingga saat ini, masih ada warga yang tinggal di tenda-tenda darurat dalam kondisi rusak dan memprihatinkan,” tambahnya.

Selain Desa Iha, Pemerintah Provinsi Maluku juga mengusulkan penanganan serupa untuk Desa Danar di Kabupaten Maluku Tenggara, dan Desa Masihulan, dan Desa Kariu di Kabupaten Maluku Tengah.

Menanggapi usulan tersebut, pihak Kementerian PKP menyatakan kesiapannya untuk melakukan verifikasi lapangan dan memulai tahap perencanaan secara bertahap.

Dirjen Perumahan Perdesaan Rini Dyah Mawarty menekankan bahwa intervensi pusat tidak hanya terbatas pada unit bangunan.

“Kami ingin kawasan tersebut tertata dengan baik melalui pembangunan akses jalan, drainase, dan fasilitas pendukung lainnya agar benar-benar layak huni,” ungkapnya. Tim teknis kementerian dijadwalkan akan segera turun ke lokasi untuk memastikan aspek keamanan kawasan dan kelayakan lahan.

Tantangan Geografis Maluku

Dalam kesempatan yang sama, Lewerissa juga meminta pemerintah pusat mengevaluasi besaran nilai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Maluku. Ia menilai standar bantuan saat ini belum ideal bagi wilayah kepulauan yang memiliki tantangan logistik tinggi.

Baca Juga :  Pemkot Ambon Tata Parkir Truk dan Rencanakan Pembangunan Dermaga Baru

“Maluku adalah wilayah kepulauan. Distribusi material sangat sulit dan biaya konstruksi jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain. Kami berharap ada kebijakan yang lebih adil dan proporsional untuk Maluku,” cetusnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku memaparkan rincian usulan pembangunan rumah di empat lokasi fokus, yakni Desa Kariu 207 unit, Desa Danar 90 unit, Desa Iha 75 unit, dan
Desa Masihulan 19 unit.

Tahun 2026 diproyeksikan sebagai tahap perencanaan matang. Pembangunan fisik akan segera dilaksanakan setelah pemerintah kabupaten/kota memenuhi seluruh kriteria dan persyaratan teknis yang dibutuhkan.

Rapat strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat teras Kementerian PKP, di antaranya Plt. Dirjen Perumahan Perdesaan Rini Dyah Mawarty, Sekretaris Ditjen Dr. Jani Arjanto, serta jajaran Direktur teknis lainnya, didampingi Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alimuddin Kolatlena Turun Langsung Bantu Warga Perbaiki Jembatan Pulau Osi
Eks Pasar Inpres Ambon Resmi Jadi Area Penumpukan Petikemas
Saadiah Uluputty Soroti Ketimpangan Jalan Non-Tol: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Status Jalan!
Penumpang Turun di Laut, Saadiah Minta Pemerintah Segera Bangun Dermaga Feri Tayando-Tam
Pemkot Ambon Tata Parkir Truk dan Rencanakan Pembangunan Dermaga Baru
Respons Cepat Keluhan Warga, Polres SBT Perbaiki Jalan Rusak di Bula
Wali Kota Ambon Berharap Pasar Apung Batumerah Beri Dampak Positif Ekonomi
Bupati Maluku Tengah Tinjau Lokasi Pembangunan Pelabuhan Ferry Teluk Dalam

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:37 WIT

Gubernur Maluku Desak Pusat Bangun Rumah Korban Konflik dan Bencana

Sabtu, 25 April 2026 - 12:00 WIT

Alimuddin Kolatlena Turun Langsung Bantu Warga Perbaiki Jembatan Pulau Osi

Selasa, 21 April 2026 - 09:15 WIT

Eks Pasar Inpres Ambon Resmi Jadi Area Penumpukan Petikemas

Sabtu, 18 April 2026 - 14:45 WIT

Saadiah Uluputty Soroti Ketimpangan Jalan Non-Tol: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Status Jalan!

Kamis, 16 April 2026 - 16:33 WIT

Penumpang Turun di Laut, Saadiah Minta Pemerintah Segera Bangun Dermaga Feri Tayando-Tam

Berita Terbaru

Pemerintahan

Wagub Maluku: Pendidikan dan HKI Menjadi Pilar Kemajuan Daerah

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:55 WIT

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi.

Hukum & Kriminal

Polda Maluku Periksa Oknum Polwan Kedapatan Selingkuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:21 WIT