Kawal Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Maluku, Alimudin Minta Atensi Kementerian PPPA dan KPAI

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra dari Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena usai mengikuti Raker dan RDPU bersama Menteri PPA, Ketua KPAI  dan  orang tua korban kekerasan terhadap anak, di Senayan, Jakarta, Selasa (10/6/2026).

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra dari Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena usai mengikuti Raker dan RDPU bersama Menteri PPA, Ketua KPAI dan orang tua korban kekerasan terhadap anak, di Senayan, Jakarta, Selasa (10/6/2026).

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, secara tegas menyuarakan urgensi penanganan kasus kekerasan seksual (KS) terhadap perempuan dan anak di Maluku.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta orang tua korban di Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut sedianya fokus pada pengawasan kasus dugaan kekerasan anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta. Namun, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk membedah berbagai isu aktual nasional, termasuk tingginya angka kekerasan di daerah.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam isu-isu aktual, kita meminta atensi khusus kepada Ibu Menteri, Wakil Menteri, dan juga Ketua KPAI terhadap problem kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik fisik maupun seksual di Indonesia yang angkanya begitu tinggi. Salah satunya, kita meminta perhatian serius terhadap kasus-kasus yang terjadi di Maluku,” ujar legislator asal daerah pemilihan Maluku tersebut.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Maluku Dorong Bapenda Optimalkan Potensi PAD

Sebagai bentuk tindak lanjut dan komitmen nyata, Alimudin membeberkan bahwa Kementerian PPPA akan segera turun langsung ke Maluku dalam waktu dekat.

Wakil Menteri PPPA dijadwalkan menghadiri agenda Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau yang akan berlangsung pada 11–13 Juni 2026 di Kota Ambon.

“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan bersilaturahmi. Dan pada tanggal 11 Juni ini, Ibu Wakil Menteri sudah mengagendakan untuk hadir memenuhi undangan teman-teman di Maluku dalam acara Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau. Ibu Wamen menyatakan bersedia hadir di sana,” pungkas Alimudin.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, lembaga pengawas seperti KPAI, dan pemerintah daerah dalam memutus mata rantai kekerasan seksual serta memberikan keadilan yang berpihak pada korban di Maluku.

Baca Juga :  DPRD Maluku Minta Pemprov Segera Tindaklanjuti Rekomendasi LKPJ 2025

Data Kasus Kekerasan di Maluku

Dikutip dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak atau SIMFONI PPA, dalam tiga tahun terakhir tercatat ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku.

Pada tahun 2023 sebanyak 159 kasus kekerasan terhadap perempuan,  naik jadi 167 pada 2024, dan turun ke 139 kasus selama 2025.  Sedang sejak Januari hingga April 2026, telah tercatat 16 kasus.

Sementara kekerasan terhadap anak pada 2023 sebanyak 258 kasus, tahun 2024 sekitar 246 kasus, dan turun menjadi 237 selama 2025.  Dan sejak Januari hingga April 2026, telah tercatat 17 kasus kekerasan terhadap anak di Maluku. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alimudin Kolatlena Temui Mensos, Bawa Aspirasi Masyarakat Maluku
Bacarita Santai Bang Ali dengan Ormas Katolik Maluku, dari Kebencanaan hingga Kemah Akbar Pemuda Lintas Iman
Komisi III DPRD Maluku Dorong Bapenda Optimalkan Potensi PAD
Tawuran Pelajar Kian Meresahkan, Saudah: Butuh Penanganan Menyeluruh
Anggota DPR dan Pemprov Perkuat Posisi Tawar Maluku dalam APBN 2027
DPRD Maluku Minta Pemprov Segera Tindaklanjuti Rekomendasi LKPJ 2025
Pansus LKPJ DPRD Maluku Soroti Masalah Pendidikan hingga Perikanan
Saadiah Uluputty: RUU PPRT, Langkah Nyata Pengakuan Martabat Pekerja Rumah Tangga

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:04 WIT

Kawal Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Maluku, Alimudin Minta Atensi Kementerian PPPA dan KPAI

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:36 WIT

Alimudin Kolatlena Temui Mensos, Bawa Aspirasi Masyarakat Maluku

Senin, 11 Mei 2026 - 21:27 WIT

Bacarita Santai Bang Ali dengan Ormas Katolik Maluku, dari Kebencanaan hingga Kemah Akbar Pemuda Lintas Iman

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:01 WIT

Komisi III DPRD Maluku Dorong Bapenda Optimalkan Potensi PAD

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:40 WIT

Tawuran Pelajar Kian Meresahkan, Saudah: Butuh Penanganan Menyeluruh

Berita Terbaru

Rektor Universitas Pattimura  Prof. Fredy Leiwakabessy menyampaikan sambutan pada Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela hasil kerja sama Unpatti dan INPEX Masela, Ltd di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026). Foto : Istimewa

Ekonomi & Bisnis

Rektor Unpatti : Rantai Pasok Blok Masela Wajib Sejahterakan Maluku

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:18 WIT