Rektor Unpatti : Rantai Pasok Blok Masela Wajib Sejahterakan Maluku

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Pattimura  Prof. Fredy Leiwakabessy menyampaikan sambutan pada Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela hasil kerja sama Unpatti dan INPEX Masela, Ltd di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026). Foto : Istimewa

Rektor Universitas Pattimura Prof. Fredy Leiwakabessy menyampaikan sambutan pada Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela hasil kerja sama Unpatti dan INPEX Masela, Ltd di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026). Foto : Istimewa

AMBON, HEADLINETIMUR.COM  –  Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem rantai pasok untuk mendukung Proyek Abadi LNG Blok Masela harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela hasil kerja sama Unpatti dan INPEX Masela, Ltd. Kegiatan bertema “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG Blok Masela” ini berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6).

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa forum ini merupakan ruang konsultasi strategis yang sejalan dengan arah kebijakan nasional, khususnya komitmen Pemerintah RI dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan ketahanan energi.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Blok Masela memiliki peran vital dalam mendukung visi ketahanan energi sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

“Sejalan dengan paradigma Kampus Berdampak yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan. Kampus harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat dan daerah,” ujar Rektor.

Melalui kerja sama dengan INPEX Masela Ltd., Unpatti telah melaksanakan sejumlah kajian strategis guna memetakan kesiapan daerah. Kajian tersebut meliputi studi kesiapan vendor lokal, kesiapan sumber daya manusia (SDM), serta survei rantai pasok dan peluang pengadaan lokal.

Baca Juga :  Wali Kota Ambon Dorong Penguatan Literasi dan Ekonomi Syariah di SALAM Fest 2026

Studi kesiapan vendor dilakukan untuk memastikan penyedia barang dan jasa lokal memenuhi standar industri. Sementara itu, studi kesiapan SDM bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.

Adapun survei rantai pasok difokuskan pada identifikasi potensi sektor pangan dan komoditas lokal untuk mendukung operasional proyek sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Rektor berharap diskusi yang melibatkan pemerintah daerah, asosiasi pengusaha, perbankan, dan akademisi ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data yang dapat diimplementasikan secara nyata.

INPEX Optimistis Sambut Tahap Konstruksi

Sementara itu, VP SCM & IMT INPEX Ltd., Rudi Imran, menjelaskan bahwa FGD ini menjadi wadah untuk membangun pemahaman bersama mengenai kesiapan daerah. Diskusi difokuskan pada aspek krusial seperti tenaga kerja, kesiapan pelaku usaha lokal, hingga ketersediaan logistik dan bahan pangan.

“Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian utama karena menentukan sejauh mana masyarakat Maluku dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat langsung dari Proyek Abadi Masela,” ungkap Rudi.

Rudi mengaku optimistis melihat respons positif para peserta yang mulai menyelaraskan program kerja mereka dengan kebutuhan proyek saat memasuki tahap konstruksi nanti. Ia berharap hasil FGD ini memicu lahirnya inisiatif strategis dari Pemda maupun pemangku kepentingan lainnya di Maluku.

Pemerintah Provinsi Maluku melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Maluku, Kasrul Selang, mengakui pengembangan rantai pasok lokal menjadi tantangan sekaligus peluang besar.

Saat ini, sebagian besar kebutuhan pangan dan komoditas strategis Maluku masih bergantung pada pasokan luar daerah.

Baca Juga :  Unpatti Teken Kontrak Swakelola AMDAL Tambang Emas dan Sinabar

Kasrul mencontohkan tantangan nyata pemenuhan pangan dalam mendukung program nasional, seperti kebutuhan telur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika ada sekitar 100 ribu penerima manfaat di Kota Ambon dan setiap anak mendapat dua butir telur per minggu, maka dibutuhkan sekitar 200 ribu butir telur per minggu.

“Kondisi ini menunjukkan kita harus mulai mempersiapkan kapasitas produksi lokal secara lebih serius, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun proyek-proyek besar yang akan hadir di Maluku,” tegas Kasrul.

Ia berharap kajian dari Unpatti yang diperkaya data kabupaten/kota dapat menjadi dasar strategi pengembangan ekonomi daerah yang lebih aplikatif bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal.

Diketahui, FGD dibagi dalam tiga sesi utama, yakni pemaparan hasil kajian kesiapan vendor, SDM, dan rantai pasok oleh Tim INPEX dan Unpatti, diskusi kelompok yang membedah aspek legal, manajerial, kapasitas teknis, hingga keuangan, dan presentasi konsolidasi hasil diskusi.

Kegiatan ini ditutup resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unpatti, Dr. Ruslan H. S. Tawari.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam agenda ini, di antaranya pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, Ketua Tim Terpadu PDSK Maluku Sadali Ie, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach, Kepala Perwakilan BI Maluku, pimpinan SKK Migas, serta pimpinan OPD terkait. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapat Dukungan Bank Dunia, Gubernur Maluku Optimis Groundbreaking PSN Maluku Integrated Logistic Hub pada 2027
Bukan Sekadar Dimusnahkan, Anos Yeremias Desak Pemprov Maluku Legalisasi dan Tata Industri Sopi
Pemprov Maluku Dorong Percepatan Penanganan Dampak Sosial PSN Blok Masela
Ekonomi Maluku Trwulan II 2026 Tumbuh 5,31 Persen, Lampaui Nasional
Akademisi UIN Ambon Kritik Pendirian 5 BUMD Baru di Maluku, Fajrin: Lakukan Studi Kelayakan Mendalam
Akademisi Kritisi Rencana Pemprov Maluku Tambah 5 BUMD Baru: Tata Kelola Masih Carut-Marut!
Kapasitas Nelayan Kota Ambon Ditingkat Melalu SLCN
Bahlil Tegaskan Proyek LNG Abadi Masela Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Maluku

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:33 WIT

Dapat Dukungan Bank Dunia, Gubernur Maluku Optimis Groundbreaking PSN Maluku Integrated Logistic Hub pada 2027

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:38 WIT

Bukan Sekadar Dimusnahkan, Anos Yeremias Desak Pemprov Maluku Legalisasi dan Tata Industri Sopi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:10 WIT

Pemprov Maluku Dorong Percepatan Penanganan Dampak Sosial PSN Blok Masela

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:09 WIT

Ekonomi Maluku Trwulan II 2026 Tumbuh 5,31 Persen, Lampaui Nasional

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:23 WIT

Akademisi UIN Ambon Kritik Pendirian 5 BUMD Baru di Maluku, Fajrin: Lakukan Studi Kelayakan Mendalam

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT