Akademisi Kritisi Rencana Pemprov Maluku Tambah 5 BUMD Baru: Tata Kelola Masih Carut-Marut!

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Dr. Sherlock Halmes Lekipiouw. (Foto: Dokumen Pribadi)

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Dr. Sherlock Halmes Lekipiouw. (Foto: Dokumen Pribadi)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk menambah lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru menuai kritik tajam dari kalangan akademisi. Langkah yang diklaim sebagai strategi memperkuat kemandirian fiskal dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut dinilai tidak tepat momen, mengingat buruknya tata kelola BUMD yang ada saat ini.

Rencana penambahan BUMD tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam rapat pembahasan pengelolaan keuangan dan PAD bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Dr. Sherlock Halmes Lekipiouw. (Foto: Dokumen Pribadi)

Gubernur menegaskan bahwa pembentukan BUMD baru berbasis potensi unggulan daerah merupakan opsi paling efektif untuk mengatasi persoalan defisit fiskal.

Selain mengejar rekomendasi pendirian BUMD, Gubernur juga mendorong percepatan penerbitan Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait insentif bagi kepala daerah selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) BUMD—sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017.

Namun, kebijakan tersebut mendapat catatan kritis dari akademisi Universitas Pattimura (Unpatti), Sherlock Halmes Lekipiouw. Menurutnya, meski niat Gubernur pada dasarnya baik, momentum pengusulannya dinilai kurang tepat.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Maluku Jadi yang Pertama Didata BPS

“Usulan ini dinilai belum tepat di tengah carut-marutnya tata kelola dan manajemen BUMD di Maluku yang belum menunjukkan peningkatan kinerja positif,” tegas Sherlock di laman Facebooknya, Kamis (30/7/2026).

Ia menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi publik sebelum Pemprov mengambil keputusan strategis tersebut.

“Apakah usulan ini murni urgensi fiskal atau sekadar hal normatif? Perlu ada argumen yang dapat dipertanggungjawabkan. Minimal ada ruang bagi publik untuk melakukan pengujian agar memenuhi Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB),” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapat Dukungan Bank Dunia, Gubernur Maluku Optimis Groundbreaking PSN Maluku Integrated Logistic Hub pada 2027
Bukan Sekadar Dimusnahkan, Anos Yeremias Desak Pemprov Maluku Legalisasi dan Tata Industri Sopi
Pemprov Maluku Dorong Percepatan Penanganan Dampak Sosial PSN Blok Masela
Ekonomi Maluku Trwulan II 2026 Tumbuh 5,31 Persen, Lampaui Nasional
Akademisi UIN Ambon Kritik Pendirian 5 BUMD Baru di Maluku, Fajrin: Lakukan Studi Kelayakan Mendalam
Kapasitas Nelayan Kota Ambon Ditingkat Melalu SLCN
Bahlil Tegaskan Proyek LNG Abadi Masela Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Maluku
Masuk Tahap Akhir, Proyek Blok Masela Didorong Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Maluku

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:33 WIT

Dapat Dukungan Bank Dunia, Gubernur Maluku Optimis Groundbreaking PSN Maluku Integrated Logistic Hub pada 2027

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:38 WIT

Bukan Sekadar Dimusnahkan, Anos Yeremias Desak Pemprov Maluku Legalisasi dan Tata Industri Sopi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:10 WIT

Pemprov Maluku Dorong Percepatan Penanganan Dampak Sosial PSN Blok Masela

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:09 WIT

Ekonomi Maluku Trwulan II 2026 Tumbuh 5,31 Persen, Lampaui Nasional

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:23 WIT

Akademisi UIN Ambon Kritik Pendirian 5 BUMD Baru di Maluku, Fajrin: Lakukan Studi Kelayakan Mendalam

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Naik Speedboat, Pengadilan Negeri Ambon Hadirkan Sidang Pidana di Saparua

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:23 WIT

Sosial Kemasyarakan

Wali Kota Ambon: Ibu Tangguh, Fondasi Keluarga Kuat

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:18 WIT