BMKG Peringatkan Potensi El Niño Sangat Kuat, Puncak Kemarau di Maluku Diprediksi September 2026

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi El Nino (Foto : Magnific/Kompas.com)

Ilustrasi El Nino (Foto : Magnific/Kompas.com)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM.— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Maluku mengeluarkan surat himbauan kewaspadaan terkait potensi dampak perkembangan musim kemarau dan fenomena El Niño kategori kuat yang diprediksi berlanjut hingga sangat kuat pada tahun 2026.

Berdasarkan analisis dan pemutakhiran data iklim dasarian III Juli 2026, seluruh wilayah Provinsi Maluku saat ini telah resmi memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Maluku akan terjadi pada September 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas III Maluku, Makhfu Hidayat, menyampaikan bahwa durasi musim kemarau tahun ini diprakirakan bakal lebih panjang hingga lebih dari tiga dasarian dibandingkan rata-rata iklim normal (1991–2020), dengan sifat hujan didominasi kategori Bawah Normal atau lebih kering.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 periode Mei–Juli 2026 menunjukkan nilai 1,59 yang menandakan status El Niño Kuat, dan berpeluang meningkat menjadi El Niño Sangat Kuat. Selain itu, indeks Dipole Mode Index (DMI) berpotensi menuju fase IOD Positif pada rentang September hingga Desember 2026,” ujar Makhfu Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga :  DLHP Ambon Bersihkan TPS Liar Kebun Cengkeh, RT Diminta Pasang Imbauan Larangan

BMKG juga mencatat monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) di Maluku bervariasi mulai dari kategori sangat pendek (1–5 hari) hingga sangat panjang (31–60 hari). HTH terpanjang tercatat berada di Stasiun Meteorologi Kuffar Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang mencapai 53 hari tanpa hujan.

Curah hujan selama bulan Agustus hingga Oktober 2026 diprediksi akan terus berada pada kategori rendah (0–100 mm/bulan) di sebagian besar wilayah Maluku.

Rekomendasi Mitigasi untuk Pemda dan Masyarakat

Menyikapi kondisi iklim yang kian ekstrem, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemprov Maluku, Pemerintah Kabupaten/Kota, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi terkait untuk melakukan langkah antisipasi.

Persnonel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seram Bagian Timur, berjibaku memadamkan api di sejumlah wilayah di Kota Bula sejak Jumat (31/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026). (Foto: Dok. Damkar SBT/HEADLINETIMUR.COM)).

Pada sektor pangan dan pertanian, para petani diimbau menyesuaikan jadwal tanam serta beralih ke varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan, hemat air, dan memiliki siklus panen pendek.

Baca Juga :  Dugaan Perdagangan Karbon Ilegal di SBB, Perusahaan Asing Catut Lahan Adat

Pemda dan pihak terkait juga diminta mempercepat revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air bersih, serta memantau kapasitas air bendungan demi menjaga pasokan operasional PLTA.

Selain itu, untuk kesehatan dan lingkungan, Pemda diminta menyiapkan mekanisme respons cepat terhadap penurunan kualitas udara yang berpotensi memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

BMKG juga mendorong kesiapsiagaan seluruh jajaran BPBD dan dinas terkait terhadap potensi kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Mengimbau nelayan untuk memanfaatkan fenomena upwelling (pemberkahan nutrisi laut) serta memantau Zona Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI) melalui laman resmi BMKG (maritim.bmkg.go.id/inawis).

“Pelayaran lokal dan nelayan juga diingatkan untuk selalu mengecek pemutakhiran cuaca laut sebelum melaut,” pungkas Hidayat.

Surat himbauan ini telah ditembuskan kepada Gubernur Provinsi Maluku, para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Maluku, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, serta instansi teknis terkait lainnya guna mempercepat langkah mitigasi di wilayah masing-masing. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

49 Ribu Warga Maluku Terdampak Kenaikan Air Laut
DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon
Sharing Session FMI Maluku Dorong Budaya Pendakian Aman dan Peduli Lingkungan
Satu Hektare Lahan Terbakar di Patahuwe, Kapolres SBB Pimpin Pemadaman
Perkuat Konservasi Laut Maluku, Jejaring Kolaborasi Susun dan Uji Coba SOP Pengawasan
Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku
BMKG: Potensi Kekeringan di Maluku Berlanjut Hingga Awal 2027
Dukung RUU Perubahan Iklim, Unpatti Sediakan Kajian Akademik untuk DPR RI

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:53 WIT

DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon

Senin, 21 September 2026 - 16:52 WIT

Sharing Session FMI Maluku Dorong Budaya Pendakian Aman dan Peduli Lingkungan

Senin, 14 September 2026 - 21:22 WIT

Satu Hektare Lahan Terbakar di Patahuwe, Kapolres SBB Pimpin Pemadaman

Rabu, 9 September 2026 - 09:57 WIT

Perkuat Konservasi Laut Maluku, Jejaring Kolaborasi Susun dan Uji Coba SOP Pengawasan

Rabu, 2 September 2026 - 19:36 WIT

Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT