SiPongi⁺ Kemenhut Catat 485 Titik Panas di Wilayah Maluku

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi⁺) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Manggala Agni mendeteksi maraknya kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Maluku.

Berdasarkan pemantauan data satelit selama 24 jam terakhir pada Senin (24/8/2026) pukul 17.00 WIT atau 19.00 WIT, tercatat ratusan titik panas tersebar dengan tingkat kepercayaan (confidence level) yang bervariasi.

Berdasarkan akumulasi data dari tiga instrumen satelit pemantau, mayoritas titik panas berada pada tingkat kepercayaan sedang (medium). Satelit NASA-NOAA20 mendeteksi jumlah hotspot tertinggi, yaitu sebanyak 256 titik yang terdiri dari 6 titik berkejenuhan rendah (low), 246 titik berkejenuhan sedang (medium), dan 4 titik berkejenuhan tinggi (high).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Satelit NASA-SNPP mencatat total 227 titik panas dengan rincian 16 titik berkepercayaan rendah dan 211 titik berkepercayaan sedang. Adapun Satelit NASA-TERRA/AQUA mendeteksi 2 titik panas yang seluruhnya berada pada tingkat kepercayaan sedang.

Baca Juga :  Kadis DLHP Ambon: Gaji Buruh Sampah Terlambat karena Libur dan Kendala Teknis

Secara keseluruhan, indikasi titik panas dengan tingkat kejenuhan tinggi (high confidence) terdeteksi sebanyak 4 titik melalui pemantauan Satelit NASA-NOAA20.

Area dengan tingkat kepercayaan tinggi ini menjadi prioritas utama pengecekan lapangan oleh tim satgas dan Manggala Agni untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak meluas.

Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah Maluku untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari praktik pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan jika menemukan potensi titik api di lingkungannya.

Sementara itu, AMBON – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Maluku pada Senin (24/8/2026).

Berdasarkan pemantauan empat satelit kebencanaan—Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20—sejak pukul 00.00 hingga 17.00 WIB, terdeteksi total 235 titik panas yang tersebar di wilayah Kepulauan Maluku.

Baca Juga :  Sawah Kekeringan, DPRD Maluku Minta Pemprov Benahi Irigasi dan Genjot PAD

Peta sebaran menunjukkan konsentrasi titik panas tingkat sedang hingga tinggi mendominasi wilayah Pulau Buru, Pulau Seram, serta kawasan Kepulauan Tanimbar. Data ini bersumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diolah BMKG sebagai peringatan dini karhutla.

Sedangkan data Citra Satelit Google Maps mencatat 15 titik kebakaran parah di Maluku selama beberapa pekan terakhir. Sebarannya meliputi Kabupaten Buru (3 titik), Buru Selatan (3 titik), Seram Bagian Timur (3 titik), Maluku Tengah (3 titik), dan Kepulauan Tanimbar (2 titik).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa pertumbuhan awan dalam 10 hari ke depan masih minim di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Maluku. Kondisi ini membuat cuaca kering berpotensi terus berlanjut.

“Dari prediksi BMKG, musim hujan diperkirakan baru mulai datang pada pertengahan Oktober,” ujar Teuku, dikutiip Kompas.com. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku
BMKG: Potensi Kekeringan di Maluku Berlanjut Hingga Awal 2027
Dukung RUU Perubahan Iklim, Unpatti Sediakan Kajian Akademik untuk DPR RI
14,6 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Maluku Terbakar, Terluas Keenam di Indonesia
BMKG Deteksi 235 Titik Panas di Maluku, 15 Lokasi Mengalami Kebakaran Parah
DLHP Ambon Bersihkan TPS Liar Kebun Cengkeh, RT Diminta Pasang Imbauan Larangan
Atasi Sampah dari Sumbernya, Pemkot Ambon Perkuat Kolaborasi Lingkungan Berkelanjutan
Menakar Kedaulatan SDA Maluku: Dari Hak Masyarakat Adat Hingga Penegakan Hukum Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:36 WIT

Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku

Selasa, 1 September 2026 - 14:08 WIT

BMKG: Potensi Kekeringan di Maluku Berlanjut Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:38 WIT

Dukung RUU Perubahan Iklim, Unpatti Sediakan Kajian Akademik untuk DPR RI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:40 WIT

14,6 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Maluku Terbakar, Terluas Keenam di Indonesia

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:57 WIT

SiPongi⁺ Kemenhut Catat 485 Titik Panas di Wilayah Maluku

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT