AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus bergerak cepat mendorong penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), sebanyak 169 unit rumah subsidi disiapkan di kawasan Lorong Sekkot, Kecamatan Nusaniwe, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Proyek perumahan ini dikembangkan oleh PT Maluku Drop Core dengan tipe bangunan 32 dan luas tanah 60 meter persegi. Rumah tersebut dibanderol dengan harga sekitar Rp185 juta per unit, sudah termasuk tanah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Perkim Kota Ambon, Ivonny Alexandra Wilhelmina Latuputty, mengungkapkan bahwa proyek hunian ini berada dalam tahap penyiapan lahan.
“Progres terbaru masih dalam penyiapan lahan. Direncanakan minggu depan sudah mulai membangun lima unit rumah pertama yang Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)-nya telah terbit,” ujar Ivonny saat dihubungi wartawan via telepon, Sabtu (29/8/2026).
Pembangunan kawasan hunian ini akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun 2026, Pemkot Ambon memprioritaskan penyelesaian 100 unit rumah terlebih dahulu, menyesuaikan dengan jumlah warga yang lolos verifikasi berkas awal.
“Dari total target 100 unit tahun ini, lima unit telah memiliki PBG resmi dan siap dibangun pekan depan. Sementara dokumen PBG sisanya masih berproses di Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG),” terangnya.
“Adapun 69 unit sisanya diproyeksikan berlanjut hingga rampung pada 2027. Target kami, 100 unit pertama bisa rampung sepenuhnya pada 2026 ini,” sambung Ivonny.
Terkait penetapan calon penerima, Dinas Perkim bertugas menyuplai data ASN Kota Ambon yang belum memiliki rumah. Sementara itu, seleksi kriteria MBR dan skema pembiayaan subsidi sepenuhnya menjadi wewenang pihak perbankan, yakni Bank Tabungan Negara (BTN).
Ivonny juga menepis kekhawatiran terkait status lahan di Lorong Sekkot. Ia menegaskan bahwa PT Maluku Drop Core telah mengantongi sertifikat resmi dan menyelesaikan seluruh persoalan tanah di lapangan.
“Tidak ada kendala berarti. Masalah lahan sudah dituntaskan oleh pihak pengembang,” tegasnya.
Guna memastikan kawasan tersebut langsung layak huni, Pemkot Ambon telah berkoordinasi lintas instansi untuk menyokong sarana dan prasarana dasar. Akses jalan, jaringan listrik (PLN), serta pasokan air bersih dipastikan siap mendukung kawasan perumahan baru tersebut.
Langkah bertahap ini diharapkan menjadi solusi nyata Pemkot Ambon dalam menekan angka kebutuhan rumah (backlog perumahan), sekaligus memberikan kepastian bagi ASN dan warga MBR untuk memiliki hunian yang nyaman, sah, dan terjangkau. (HT-03)











