TULEHU, HEADLINETIMUR.COM.– Upaya mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan minuman keras (miras), dan narkotika terus disuarakan melalui penguatan nilai-nilai keagamaan serta sosial di tengah masyarakat.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Nilai-Nilai Keagamaan dan Sosial pada Masyarakat Lingkar Madrasah yang digelar di Baileo Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (1/9/2026).
Acara tersebut menghadirkan anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Maluku, F. Alimudin Kolatlena, bersama Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon (AMSA), Dr. Abidin Wakano. Turut hadir Raja Negeri Tulehu, akademisi, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat untuk memperkuat sinergi menjaga masa depan generasi muda.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Alimudin Kolatlena menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menekan angka penyimpangan sosial di tingkat remaja. Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak bisa hanya mengandalkan peran keluarga atau lembaga pendidikan.
“Penguatan nilai keagamaan harus berjalan seiring dengan pembinaan sosial dan keterlibatan aktif masyarakat. Dengan begitu, generasi muda memiliki fondasi moral yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan,” ujar Alimudin.

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UIN AMSA, Dr. Abidin Wakano, menegaskan pentingnya kolaborasi tiga pilar utama: pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial. Ia berharap nilai-nilai keagamaan tidak sekadar diajarkan di kelas formal madrasah, tetapi diimplementasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Lewat kegiatan ini, seluruh elemen—mulai dari akademisi perguruan tinggi, pemerintah negeri, hingga tokoh masyarakat—diajak untuk lebih peka terhadap ancaman miras dan narkoba. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menciptakan lingkungan yang sehat dan positif, sekaligus memberi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan potensi diri secara bermoral. (HT-01)











