Perkuat Konservasi Laut Maluku, Jejaring Kolaborasi Susun dan Uji Coba SOP Pengawasan

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 09:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM.— Jejaring kelompok pengelolaan kolaboratif di Pulau Buano, Desa Soleh, dan Desa Waesala, Kabupaten Seram Bagian Barat, menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengawasan Kolaboratif Kawasan Konservasi. Pedoman ini dihadirkan untuk memperkuat pengawasan sumber daya pesisir dan laut di wilayah tersebut.

Penyusunan dokumen ini berlangsung dalam Lokakarya Penyusunan dan Uji Coba SOP Pengawasan Kolaboratif pada 3–4 September 2026 di Kantor Yayasan SAHARI, Desa Nuruwe. Kegiatan ini didukung oleh Program TFCCA melalui konsorsium Yayasan SAHARI bersama Coral Triangle Center (CTC) dan KIRANIS, serta melibatkan perwakilan masyarakat dari Desa Buano Utara, Buano Selatan, Soleh, dan Waesala.

Baca Juga :  Tinjau Bencana El Nino di SBT, Anggota DPR Alimudin Kolatlena Pastikan BNPB Respons Cepat Usulan Daerah

Koordinator Program Yayasan SAHARI, Asura, menjelaskan bahwa SOP ini disusun sebagai pedoman agar pengawasan berlangsung terarah, tertib administrasi, serta sesuai dengan aturan dan norma setempat.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. Berbagai upaya konservasi—seperti Kawasan Konservasi Daerah (KKD), Bank Ikan, Daerah Perlindungan Laut (DPL), hingga pengawasan berbasis masyarakat—kini dapat disatukan dalam satu jejaring kerja sama yang terkoordinasi,” ujar Asura.

Tidak hanya menyusun dokumen, para peserta langsung menerapkannya lewat uji coba pengawasan di perairan Desa Nuruwe dan Desa Kaibobo. Dalam praktik lapangan tersebut, tim memprosedurkan pendataan terhadap nelayan yang beraktivitas serta mencatat berbagai temuan di laut.

Baca Juga :  Gandeng Kampus Australia dan Lokal, Pemkot Ambon Cari Solusi Inovatif Kelola Sampah Plastik

Pengalaman langsung di lapangan ini menjadi bahan evaluasi penting untuk menyempurnakan alur prosedur agar relevan, mudah diterapkan, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, komunikasi, serta mekanisme tindak lanjut antarpihak.

Lokakarya diakhiri dengan finalisasi dokumen SOP yang didampingi oleh Yayasan SAHARI, Cabang Dinas Gugus Pulau II, dan mitra konsorsium. Dokumen bersama ini resmi menjadi acuan utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut di Pulau Buano dan sekitarnya. (HT-01)

 

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon
Sharing Session FMI Maluku Dorong Budaya Pendakian Aman dan Peduli Lingkungan
Satu Hektare Lahan Terbakar di Patahuwe, Kapolres SBB Pimpin Pemadaman
Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku
BMKG: Potensi Kekeringan di Maluku Berlanjut Hingga Awal 2027
Dukung RUU Perubahan Iklim, Unpatti Sediakan Kajian Akademik untuk DPR RI
14,6 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di Maluku Terbakar, Terluas Keenam di Indonesia
SiPongi⁺ Kemenhut Catat 485 Titik Panas di Wilayah Maluku

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:53 WIT

DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon

Senin, 21 September 2026 - 16:52 WIT

Sharing Session FMI Maluku Dorong Budaya Pendakian Aman dan Peduli Lingkungan

Senin, 14 September 2026 - 21:22 WIT

Satu Hektare Lahan Terbakar di Patahuwe, Kapolres SBB Pimpin Pemadaman

Rabu, 9 September 2026 - 09:57 WIT

Perkuat Konservasi Laut Maluku, Jejaring Kolaborasi Susun dan Uji Coba SOP Pengawasan

Rabu, 2 September 2026 - 19:36 WIT

Yayasan SAHARI Hadirkan Info Iklim untuk Petani-Nelayan di Pulau Kecil Maluku

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT