Walikota Ambon: Penanganan Konflik Jangan Seperti Pemadam Kebakaran

- Penulis

Rabu, 16 September 2026 - 20:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menyatakan komitmennya dalam merajut kerukunan antarumat beragama serta mengantisipasi potensi konflik sejak dini.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan pentingnya sinergi antara Pemkot, Forkopimda, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk memperkuat peran preventif dibanding sekadar bertindak saat konflik telah terjadi.

“Kita tidak ingin seperti pemadam kebakaran—nanti ada konflik baru kita turun. Yang kita inginkan adalah langkah-langkah antisipatif dan tindakan preventif agar tidak timbul kejadian yang merugikan masyarakat,” tegas Bodewin dalam keterangannya usai menghadiri rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda dan FKUB di Balai Kota, Rabu (16/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Bodewin mendorong seluruh tokoh agama yang tergabung dalam FKUB untuk secara aktif menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan toleransi melalui mimbar ibadah, baik melalui khotbah Jumat, khotbah Minggu, maupun ritual keagamaan Hindu dan Buddha.

Baca Juga :  Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal

Selain edukasi di rumah ibadah, Pemkot Ambon merekomendasikan program FKUB Menyapa Sekolah. Melalui kegiatan seperti menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah, para tokoh agama dapat memberikan pemahaman langsung kepada para siswa dan guru mengenai pentingnya menjaga kerukunan serta menghindari perilaku destruktif.

“Generasi muda adalah penerus keberlanjutan kota ini. Anak-anak muda kita harus terus dibentengi dari bahaya balap liar, narkoba, minuman keras, hingga tawuran,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wali Kota juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menghentikan penyebaran berita bohong (hoaks) di media sosial yang dapat memperkeruh situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Pastori Patahuwe, Simbol Pemulihan Nyata

Penafsiran informasi yang salah atau belum terverifikasi dinilai sangat berpotensi memicu ketegangan yang tidak perlu.

Sebagai langkah konkret merawat kearifan lokal, Pemkot Ambon bersama FKUB dan instansi terkait terus menguatkan program Desa/Kelurahan Toleransi di beberapa kawasan, seperti Wayame, Hative Kecil, Latta, Nania, Waiheru, dan Passo.

Selain itu, revitalisasi budaya Panas Pela dan Panas Gandong akan terus didorong sebagai laboratorium sosial untuk memberikan pembelajaran sejarah bagi generasi muda.

“Melalui nilai kearifan Pela Gandong, generasi muda diajak memahami bahwa perselisihan dan kekerasan hanya membawa kerugian. Kita ingin semua warga menyadari bahwa kita tidak hidup sendiri di kota ini, dan kebersamaan adalah fondasi utama pembangunan Kota Ambon,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik
Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal
Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima
Peletakan Batu Pertama Pastori Patahuwe, Simbol Pemulihan Nyata
Sinergi Hukum Adat dan Hukum Positif Perlu Diperkuat Cegah Konflik di Maluku
Bupati SBB Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Pascakonflik Lisabata-Patahuwe
Cegah Konflik Sosial, Polda Maluku Optimalkan Peran Polsek dan Baileo Emarina
GBPM Desak Pemprov-Pemkab SBB Prioritaskan Keselamatan Warga Pascakonflik Taniwel

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:35 WIT

Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik

Rabu, 23 September 2026 - 20:11 WIT

Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal

Selasa, 22 September 2026 - 21:11 WIT

Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIT

Peletakan Batu Pertama Pastori Patahuwe, Simbol Pemulihan Nyata

Jumat, 18 September 2026 - 13:50 WIT

Sinergi Hukum Adat dan Hukum Positif Perlu Diperkuat Cegah Konflik di Maluku

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT