Fraksi NasDem Minta Konektivitas Internet dan Infrastruktur Jalan Merata di Maluku

- Penulis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Maluku, Abdullah Kelilauw.

Anggota DPRD Maluku, Abdullah Kelilauw.

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Maluku meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mempercepat pemerataan akses internet serta pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, terutama di wilayah kepulauan.

Anggota Fraksi NasDem DPRD Provinsi Maluku, Abdul Kelilauw, menilai kondisi geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan membutuhkan kebijakan pembangunan infrastruktur yang mampu menjangkau seluruh masyarakat, termasuk di daerah terpencil dan terluar.

“Pemerataan konektivitas menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung aktivitas masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik,” tegas Kelilauw kepada wartawan di Ambon, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah keterjangkauan akses internet. Menurut Kelilauw, internet kini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat untuk menunjang kegiatan belajar, perdagangan, komunikasi, pelayanan kesehatan, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Karena itu, masyarakat Maluku tidak boleh terus-menerus menghadapi keterbatasan jaringan dan biaya konektivitas yang lebih mahal akibat kondisi geografis kepulauan.

Fraksi NasDem mendorong Pemprov Maluku memperkuat koordinasi dan advokasi kepada pemerintah pusat serta penyelenggara telekomunikasi guna memperluas infrastruktur jaringan. Upaya tersebut harus disertai peningkatan kualitas layanan, pemerataan akses internet antarpulau, serta keterjangkauan biaya bagi masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat Maluku membayar lebih mahal hanya karena mereka hidup di wilayah kepulauan,” ujar Kelilauw.

Selain konektivitas digital, Kelilauw menekankan pentingnya pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan sebagai strategi utama pembangunan daerah. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai krusial untuk memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, dan membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi.

Dalam hal ini, ia meminta perhatian khusus terhadap ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Maluku, terutama di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan.

Penanganan infrastruktur tersebut harus didasarkan pada pemetaan kebutuhan dan skala prioritas, yang mempertimbangkan tingkat kerusakan, urgensi, jumlah warga yang dilayani, serta dampaknya terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Pemerintah perlu melakukan pemetaan pembangunan dan pemeliharaan jalan berdasarkan tingkat kerusakan, urgensi, jumlah masyarakat yang dilayani, serta dampaknya terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” kata dia.

Menurutnya, pembangunan jalan tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian proyek fisik semata, tetapi juga harus mampu meningkatkan keterhubungan antarwilayah dan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar. Perencanaan ke depan harus diarahkan pada ruas-ruas yang memberikan manfaat besar dalam membuka keterisolasian wilayah.

Kelilauw berharap Pemprov Maluku dapat menjadikan pemerataan konektivitas digital dan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Dengan akses internet yang semakin merata serta kondisi jalan dan jembatan yang memadai, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat berkembang, sementara akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik semakin mudah dijangkau di seluruh wilayah Maluku,” tandasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alimudin Kolatlena Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan Masuk Prioritas Bersama
Fraksi Demokrat DPRD Maluku Setujui APBD-P 2026, Halimun Tegaskan Fungsi Pengawasan Tetap Berjalan
Paripurna DPRD Maluku, 9 Fraksi Setujui Ranperda Perubahan APBD 2026
Ketua DPRD Maluku Minta Pinjaman Dibagi Merata Berbasis Kebutuhan Wilayah
Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku
DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon
Pinjaman Daerah Maluku Baru Rp296 Miliar, DPRD Desak Realistis Susun APBD-P 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:21 WIT

Alimudin Kolatlena Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan Masuk Prioritas Bersama

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIT

Fraksi NasDem Minta Konektivitas Internet dan Infrastruktur Jalan Merata di Maluku

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:27 WIT

Fraksi Demokrat DPRD Maluku Setujui APBD-P 2026, Halimun Tegaskan Fungsi Pengawasan Tetap Berjalan

Rabu, 30 September 2026 - 21:27 WIT

Paripurna DPRD Maluku, 9 Fraksi Setujui Ranperda Perubahan APBD 2026

Rabu, 30 September 2026 - 15:39 WIT

Ketua DPRD Maluku Minta Pinjaman Dibagi Merata Berbasis Kebutuhan Wilayah

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu, Pemprov Maluku Banting Harga Rp40 Ribu!

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:43 WIT