Angka Kemiskinan di Maluku Turun Menjadi 15,25 Persen per September 2025

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 13:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku melaporkan adanya tren positif dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Bumi Raja-Raja.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada 5 Februari 2026, persentase penduduk miskin di Maluku pada September 2025 tercatat sebesar 15,25 persen.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,13 persen poin dibandingkan kondisi pada Maret 2025 yang berada di level 15,38 persen.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara kuantitas, jumlah penduduk miskin di Maluku kini mencapai 286,86 ribu orang, berkurang sekitar 900 orang dalam kurun waktu enam bulan.

Meskipun secara total provinsi mengalami penurunan, terdapat dinamika yang berbeda antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

Baca Juga :  Ombudsman Maluku Terima 852 Laporan Selama 2025, Pemda Jadi Instansi Terbanyak Diadukan

Wilayah perdesaan menjadi motor utama penurunan kemiskinan dengan angka yang turun signifikan dari 24,61 persen per Maret 2025 menjadi 24,01 persen pada September 2025.

Sementara wilayah perkotaan justru mengalami kenaikan tipis, dari 4,36 persen pada Maret 2025 menjadi 4,80 persen pada September 2025.

Garis Kemiskinan dan Konsumsi Makanan

BPS menetapkan Garis Kemiskinan (GK) di Maluku pada September 2025 sebesar Rp 797.060 per kapita per bulan. Menariknya, dominasi pemenuhan kebutuhan makanan masih sangat tinggi dalam struktur pengeluaran masyarakat miskin.

“Komposisi Garis Kemiskinan Makanan mencapai Rp 584.225 atau menyumbang 73,30 persen, sementara kebutuhan non-makanan hanya sebesar Rp 212.835 atau 26,70 persen,” tulis laporan tersebut.

Baca Juga :  Maluku Integrated Port dalam Perspektif Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan

Secara rata-rata, rumah tangga miskin di Maluku memiliki anggota keluarga sebanyak 6,46 orang.

Hal ini berarti beban finansial sebuah keluarga miskin untuk dapat keluar dari kategori miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 5.149.008 per rumah tangga setiap bulannya.

Penurunan tipis sebesar 0,13 persen ini, berdasarkan laporan tersebut, menunjukkan bahwa program pemulihan ekonomi terus berjalan.

Namun disparitas antara kota dan desa serta tingginya ketergantungan pada konsumsi makanan tetap menjadi tantangan utama bagi pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tahun 2026. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni
Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah
Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS
Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah
Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara
Pabrik Kelapa dan Pala Malteng Dibangun Oktober, Target Serap 3.000 Tenaga Kerja
Ekspor Maluku Januari-Juli 2026 Capai Rp591,84 Miliar, Didominasi Nonmigas
Maluku Raih Financial Literacy Award 2026, Wagub Terima Penghargaan dari OJK

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:52 WIT

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni

Kamis, 24 September 2026 - 13:52 WIT

Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah

Rabu, 16 September 2026 - 19:02 WIT

Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS

Rabu, 16 September 2026 - 17:01 WIT

Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah

Rabu, 16 September 2026 - 16:15 WIT

Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT