AMBON, HEADLINETIMUR.COM.—
Fenomena El Niño yang berbarengan dengan musim kemarau memicu penurunan curah hujan di s ejumlah wilayah. Kondisi ini berdampak langsung pada berkurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Merespons situasi tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih (dropping air) ke berbagai kawasan yang terdampak kekeringan.
Pada Rabu (29/7/2026), BWS Maluku menyalurkan air bersih di tiga lokasi yang tersebar di tiga desa di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Di Desa Englas, sebanyak 2.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 30 KK (130 jiwa). Sementara di Desa Bula, bantuan disalurkan sebanyak 4.000 liter untuk 30 KK (145 jiwa).
Secara keseluruhan, aksi tanggap darurat ini telah menyalurkan total 8.000 liter air bersih yang dirasakan manfaatnya oleh 85 KK atau sekitar 385 jiwa.
Langkah ini merupakan komitmen nyata BWS Maluku dalam mendampingi masyarakat menghadapi dampak musim kemarau dan El Niño.
Tak sekadar menyalurkan bantuan, BWS Maluku juga aktif memantau kondisi sumber daya air, berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah serta instansi terkait, hingga menyiapkan langkah penanganan yang responsif demi memastikan pasokan air masyarakat tetap terjaga.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak kekeringan ini dapat teratasi dengan baik sehingga pelayanan kebutuhan dasar warga tetap berjalan optimal.
Bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih atau terdampak kekeringan, silakan segera menghubungi Posko Kekeringan BWS Maluku via WhatsApp/Telepon di nomor 0823-4348-7415 untuk penanganan lebih lanjut. (HT-01)








