AMBON, HEADLINETIMUR.COM.— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon pada 7 September 2026 menjadi momentum krusial untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
Hal tersebut disampaikan Walikota Bodewin Wattimena dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka memperingati HUT ke-451 Kota Ambon, Jumat (4/9/2026).
Bodewin menegaskan bahwa usia 451 tahun menggambarkan perjalanan panjang penuh sejarah, ketangguhan, dan keberagaman masyarakat dalam melewati berbagai tantangan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Peringatan HUT ke-451 Kota Ambon harus kita maknai bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen bersama membangun Kota Ambon menjadi lebih baik,” ujar Bodewin.
Memasuki periode pembangunan hingga 2027, Pemkot Ambon dihadapkan pada tantangan global dan nasional yang kian kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, hingga efisiensi anggaran.

Menghadapi situasi tersebut, Pemkot Ambon terus memacu kinerja di berbagai sektor vital. Hasilnya terlihat dari pertumbuhan ekonomi Kota Ambon pada kuartal I 2026 yang menembus 6,09 persen—berada di atas rata-rata nasional dan Provinsi Maluku.
Selain itu, Bodewin membeberkan sejumlah program prioritas yang mencatatkan kemajuan signifikan hingga pertengahan 2026, di antaranya penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, hingga pelayanan publik.
Pada sektor air bersih, Perumda Tirta Yapono telah memperluas jaringan perpipaan sepanjang 12.126 meter dan menambah 659 pelanggan baru pada semester I 2026, sehingga total pelanggan mencapai 14.770. Pembangunan sumur air tanah juga terus digencarkan.
Sedangkan penanganan sampah rata-rata mencapai 176,39 ton per hari, didukung penambahan sarana prasarana serta pelibatan aktif masyarakat.
Pemkot juga memfokuskan program pada pemeliharaan jalan, penataan lalu lintas, serta transportasi publik. Atas kinerja ini, Ambon meraih penghargaan dan dukungan anggaran tambahan dari pemerintah pusat.
Sementara realisasi investasi semester I 2026 melonjak hingga Rp847 miliar, tumbuh 180 persen, yang ditopang pesatnya sektor kuliner dan kafe. Selain itu, 50 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk dan penguatan modal mikro terus dikucurkan.
“Ambon juga memperkuat identitas sebagai City of Music melalui fasilitasi berbagai acara komunitas kreatif,”ungkap Bodewin.
Pada pelayanan publik, persiapan operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) kini memasuki tahap penataan interior dan kelengkapan fasilitas penunjang usai penyerahan fisik gedung.
Meski mencatatkan tren positif, Bodewin secara terbuka mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan. Tingginya angka pengangguran, kerusakan jalan, keterbatasan akses air bersih, masalah sampah, kerentanan bencana, hingga kemiskinan menjadi fokus utama yang membutuhkan solusi lintas sektor.
“Tidak ada yang bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri, pemerintah kota pun tidak akan mampu. Mari kita bekerja bersama—DPRD, dunia usaha, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat,” imbaunya.
Ia juga menekankan agar tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” diresapi dalam kehidupan sehari-hari. ‘Ambon Bersih’ tidak hanya mencakup kebersihan fisik dan kelestarian alam, tetapi juga tata kelola pemerintahan yang bebas dari korupsi dan pungli.
Sementara itu, ‘Maluku Sehat’ diwujudkan melalui penguatan layanan kesehatan, gizi, dan pendidikan. Adapun ‘Indonesia Maju’ dicapai dengan mempersiapkan generasi muda yang unggul di bidang IPTEK tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Menutup pidatonya, Walikota menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, DPRD, dan seluruh warga yang terus bersinergi. Ia juga mengingatkan ASN Pemkot Ambon untuk bekerja keras dan transparan.
“Jangan hanya mengejar serapan anggaran, tetapi pastikan anggaran yang digunakan benar-benar bermanfaat bagi warga Kota Ambon,” pungkasnya. (HT-02)











