Kapolri Jamin Transparansi Kasus Oknum Brimob Aniaya Siswa MTs di Tual Hingga Tewas

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Foto: ANTARAFOTO

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Foto: ANTARAFOTO

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo angkat bicara memberikan jaminan transparansi penuh terkait kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Brimob, Bripda MS (Masias Siahaya), yang mengakibatkan seorang remaja berusia 14 tahun di Kota Tual tewas.

Jenderal Sigit menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku saat ini tengah berjalan dengan pengawasan ketat.

“Saat ini sedang dalam pendalaman dan penyelidikan oleh Polres, diasistensi oleh Polda. Kita pastikan transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Kapolri kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026) dikutip dari Kumparan.com

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senada dengan Kapolri, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan permohonan maaf resmi atas tindakan individu oknum tersebut yang dinilai mencederai nilai Tribrata.

“Tidak ada toleransi bagi anggota yang melanggar hukum, apalagi hingga menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Irjen Isir.

Baca Juga :  Hartini Dijeblosoan ke Rutan, Terancam Hukuman 5 Tahun dan Denda Rp5 Miliar

Tersangka Diterbangkan ke Ambon

Polda Maluku bergerak cepat menindaklanjuti instruksi tersebut. Kapolres Tual melalui konferensi pers di Lobby Polres Tual pada Sabtu pagi (21/2/2026), resmi menaikkan status hukum Bripda MS dari terlapor menjadi Tersangka.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menjelaskan bahwa pasca penetapan tersangka, Bripda MS langsung diterbangkan menuju Ambon untuk menjalani proses hukum ganda.

“Setibanya di Mapolda Maluku, Bripda MS langsung diserahkan ke Subbid Wabprof Bidpropam untuk menjalani pemeriksaan Kode Etik Profesi Polri secara intensif. Kami upayakan Sidang Kode Etik sudah bisa dilaksanakan pada Senin mendatang,” jelas Kombes Rositah. Jika terbukti melakukan pelanggaran berat, Bripda MS terancam hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Kronologi Kejadian: Pukulan Helm yang Fatal

Baca Juga :  Dua Pelaku Pembunuhan Nus Kei Ditetapkan Sebagai Tersangka

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (19/2/2026) pagi di sekitar RSUD Maren dan Kampus Uningrat, Kota Tual. Korban, Arianto Tawakal (14), seorang siswa MTs, sedang melintasi jalan menurun bersama kakaknya, Nasri Karim (15), menggunakan sepeda motor.

Keluarga membantah keras tudingan bahwa korban terlibat balap liar. Menurut Nasri, kondisi jalan yang menurun membuat laju motor meningkat secara alami. Namun, Bripda MS yang berada di lokasi memberikan tindakan kekerasan yang fatal.

“Brimob itu langsung melompat dan melayangkan pukulan ke arah dahi adik saya menggunakan helm,” ungkap Nasri Karim dengan nada pedih.

Pukulan keras tersebut membuat Arianto kehilangan kendali, tersungkur, dan terseret di aspal dalam posisi miring. Akibatnya, korban mengalami pendarahan hebat dari hidung dan mulut serta benturan fatal di kepala bagian belakang. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Maluku Desak Pemkot Ambon Rutin Razia di Eks Lokalisasi Tanjung Batu Merah
Temuan BPK Rp3,9 Miliar Proyek Jalan Lingkar Amar Sekaru, APH Didesak Periksa Hendra Wibisono
Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik
Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal
Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima
Polres Tual Tangkap Pelaku Bentrok Antar-Pemuda yang Tewaskan Satu Orang
Bos Sinyo, DPO Kasus Penjualan Oli Palsu Ditangkap di Surabaya
Polres SBB Tahan 2 Orang Terkait Dugaan Pemerasan Toko di Piru

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 20:04 WIT

DPRD Maluku Desak Pemkot Ambon Rutin Razia di Eks Lokalisasi Tanjung Batu Merah

Kamis, 24 September 2026 - 13:16 WIT

Temuan BPK Rp3,9 Miliar Proyek Jalan Lingkar Amar Sekaru, APH Didesak Periksa Hendra Wibisono

Rabu, 23 September 2026 - 20:35 WIT

Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik

Rabu, 23 September 2026 - 20:11 WIT

Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal

Selasa, 22 September 2026 - 21:11 WIT

Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT