Komisi III DPRD Maluku Dorong Bapenda Optimalkan Potensi PAD

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, menegaskan perlunya langkah konkret dan inovatif dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku dalam menggali serta mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan Wajo saat dihubungi dari Ambon, Rabu (6/5/2026). Sebelumnya, Komisi III telah menggelar rapat kerja bersama Bapenda Maluku pada Senin (4/5/2026).

“Pertemuan intensif ini difokuskan pada upaya konkret meningkatkan PAD sebagai fondasi kemandirian fiskal provinsi,” ujar Wajo, dikutip merindudprd.com, portal resmi DPRD Maluku.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wajo menilai potensi pendapatan daerah di Maluku masih sangat besar namun belum tergali maksimal. Menurutnya, sinergi antara legislatif dan eksekutif melalui Bapenda menjadi kunci utama dalam mengurai hambatan pemungutan pendapatan.

Diskusi tersebut menitikberatkan pada optimalisasi setiap sumber pendapatan, mulai dari pajak daerah, retribusi, hingga hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Langkah ini diambil karena daerah tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada Transfer ke Daerah (TKD).

Baca Juga :  Percepat Pembahasan RUU Daerah Kepulauan, Pansus DPR dan DPD RI Gelar RDP dengan Kemenhan

“Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa langkah strategis yang akan segera dieksekusi,” bebernya.

Alhidayat mendorong Bapenda untuk mempercepat implementasi sistem pembayaran pajak dan retribusi berbasis digital (e-system). Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kebocoran pendapatan sekaligus memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban mereka.

Selain itu, ia menekankan pentingnya inventarisasi ulang terhadap objek pajak potensial yang selama ini belum terdata atau belum berkontribusi optimal, khususnya di sektor pariwisata dan perdagangan yang tengah berkembang.

Wajo juga menyoroti perlunya keseimbangan antara intensifikasi dan ekstensifikasi pajak. Hal ini mencakup penagihan aktif tunggakan pajak serta memperluas basis wajib pajak baru tanpa memberatkan masyarakat kecil.

“Penertiban retribusi daerah juga menjadi sorotan. Tarif dan mekanisme pemungutan perlu ditinjau kembali agar sesuai dengan daya beli masyarakat, namun tetap memberikan kontribusi signifikan bagi kas daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Perda Investasi Maluku Harus Berpijak pada Realitas Kepulauan

Target Realistis dan Pengawasan Ketat

Ia menegaskan bahwa target PAD tahun ini harus realistis namun ambisius. Komisi III meminta Bapenda menyajikan data akurat dan strategi terukur, sementara DPRD akan melakukan pengawasan ketat melalui monitoring dan evaluasi (monev).

“Peningkatan PAD bukan sekadar tujuan administratif, melainkan prasyarat mutlak untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Maluku,” tegas Wajo.

Wajo menambahkan bahwa optimalisasi PAD berkaitan erat dengan kemandirian daerah. Semakin besar kontribusi pendapatan mandiri, semakin besar pula kendali Pemprov Maluku dalam menentukan arah pembangunan demi kesejahteraan rakyat.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bekerja keras, transparan, dan akuntabel. Rapat kerja ini akan ditindaklanjuti dengan pembentukan tim gabungan antara DPRD dan Bapenda untuk memantau langsung pelaksanaan strategi di lapangan dalam waktu dekat,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Maluku Minta Pinjaman Dibagi Merata Berbasis Kebutuhan Wilayah
Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku
DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon
Pinjaman Daerah Maluku Baru Rp296 Miliar, DPRD Desak Realistis Susun APBD-P 2026
Perkuat Pelindungan Perempuan, Komnas Perempuan dan DPRD Maluku Dorong Pembaruan Perda
DPRD Maluku Minta APBD Perubahan 2026 Disusun Sesuai Kemampuan Fiskal
DPRD Maluku Tutup Sidang III, Ini Agenda Masa Sidang Baru

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:39 WIT

Ketua DPRD Maluku Minta Pinjaman Dibagi Merata Berbasis Kebutuhan Wilayah

Sabtu, 26 September 2026 - 21:58 WIT

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Selasa, 22 September 2026 - 20:54 WIT

Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Senin, 21 September 2026 - 17:53 WIT

DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon

Sabtu, 19 September 2026 - 15:41 WIT

Pinjaman Daerah Maluku Baru Rp296 Miliar, DPRD Desak Realistis Susun APBD-P 2026

Berita Terbaru