Literasi Digital Jadi Kunci, Mafindo Perluas Dampak dari Sekolah hingga Internasional

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 04:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, HEADLINETIMUR.COM – Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem informasi yang sehat melalui advokasi kebijakan literasi digital.

Upaya ini tidak hanya mendorong perubahan di tingkat nasional, tetapi juga memperluas dampak hingga ke ranah global.

Melalui Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-3 yang diadakan di Ballroom Novotel Samator Surabaya, sejumlah keputusan penting dirumuskan. Diikuti oleh pendiri Mafindo, Presidium, Dewan Pengawas, Dewan Etik dan perwakilan 44 Korwil se Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Silatnas ke-3 2026 Jawa Timur ini, mengusung tema “Transformasi Mafindo: Menguatkan Akar, Melebarkan Dampak untuk Ketahanan Digital Masyarakat”, berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 24 hingga 26 April 2026.

Beberapa agenda penting yang dilakukan dalam Silatnas ini antara lain, penyampaian LPJ Presidium periode 2022 – 2025.

Septiaji Eko Nugroho, sebagai Ketua Presidium periode tersebut, menyampaikan sejumlah prestasi gemilang yang dicapai Mafindo. Terutama dalam hal memerangi hoaks yang terjadi di ruang publik Indonesia, baik digital maupun non digital.

Bang Zek – sapaan akrabnya mengatakan, sebagai bagian dari pendekatan sistemik, Mafindo berhasil mendorong penguatan literasi digital dalam kurikulum nasional.

“Sejak akhir 2022, organisasi ini dipercaya untuk berkontribusi dalam pengembangan literasi digital yang kini telah terintegrasi dalam mata pelajaran Informatika sebagai kompetensi wajib,” lanjutnya, di Surabaya, Minggu (26/4/2026).

Kebijakan tersebut menjangkau sekitar 60.000 sekolah di seluruh Indonesia. Tidak hanya berhenti pada advokasi, Mafindo juga berperan aktif dalam menyusun modul pembelajaran yang dapat diakses oleh guru sebagai panduan implementasi di ruang kelas.

Pendekatan ini menempatkan guru sebagai ujung tombak edukasi literasi digital, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan nasional.

Baca Juga :  Kinerja Pemerintahan Nasional Jadi Sorotan Publik dan Pengamat

Seiring perkembangan teknologi, Mafindo juga mengambil peran dalam mendukung pengembangan kurikulum berbasis kecerdasan artifisial (AI).

“Dengan fokus pada mitigasi risiko digital, Mafindo berkontribusi dalam mengidentifikasi potensi dampak serta merumuskan langkah antisipatif terhadap perkembangan teknologi,” tutur dia.

Di sisi lain, Mafindo aktif memberikan masukan kebijakan melalui penyusunan naskah akademik, termasuk terkait dampak sosial dan ekonomi dari transformasi digital.

Langkah ini mempertegas pergeseran peran Mafindo dari sekadar pemeriksa fakta menjadi penggerak literasi digital yang lebih komprehensif.

Dalam advokasi kebijakan, Mafindo juga terlibat dalam koalisi masyarakat sipil untuk mengawal isu-isu strategis, seperti moderasi konten dan regulasi digital.

Organisasi ini secara konsisten mendorong kebijakan yang adil, sekaligus mengkritisi aturan yang berpotensi membatasi ruang informasi publik.

Tidak hanya di tingkat nasional, Mafindo juga aktif dalam forum regional dan global, termasuk kerja sama di kawasan Asia Pasifik serta isu perlindungan pekerja migran dari risiko misinformasi.

Ke depan, Mafindo mendorong terbentuknya forum kolaborasi lintas negara yang mempertemukan organisasi pemeriksa fakta, media, dan pegiat literasi digital.

“Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan strategi dalam menghadapi tantangan disinformasi secara global,”kata Zek.

Kolaborasi dengan platform digital juga terus diperkuat, termasuk melalui kerja sama dengan platform seperti TikTok untuk memperluas jangkauan edukasi publik berbasis isu-isu terkini.

Melalui berbagai langkah tersebut, lanjut Zek, Mafindo menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Pendekatan yang mengedepankan kolaborasi sekaligus sikap kritis menjadi kunci dalam memastikan literasi digital mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,”pungkasnya.

Prosesi Silatnas ke-3 Mafindo sukses diselenggarakan dengan diwarnai dinamika organisasi dan adu argumen yang cukup hangat.

Baca Juga :  Sidang di MK, Saksi Sebut Program MBG Picu PHK Massal Guru PPPK

Namun berhasil merumuskan sejumlah keputusan krusial dan signifikan untuk keberlangsungan Mafindo.

Terutama dalam tugasnya untuk menjadi pihak independen yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah maupun mengkritisi kebijakan yang dinilai kurang tepat.

Dalam silatnaas ini pula, dilakukan transformasi kepemimpinan organisasi dari sistem Presidium menjadi sistem Ketua dengan struktur Dewan Pengurus Pusat (DPP).

Berdasarkan hasil voting dan musyawarah mufakat, Mark Maryadat Ufie dari Maluku, terpilih sebagai Ketua DPP Mafindo Periode 2026 – 2029.

Menandai transformasi Mafindo ke depan, sebagai garda utama menjaga ruang digital di tengah gempuran hoaks dan era kecerdasan buatan (AI).

Ketua Organizing Committee (OC) Silatnas ke-3, Cahya Suryani menjelaskan, pihaknya yang berada di Jawa Timur lega, lantaran selama prosesi tidak ada kendala berarti.

Cahya bilang, energi perkumpulan yang dirasakan selama silatnas adalah amunisi yang harus kita bawa pulang.

“Kita tahu bahwa tantangan di wilayah masing-masing tidaklah mudah. Namun ingatlah, saat nanti Kakak-kakak kembali berdiri di garda terdepan melawan hoaks, fitnah, dan scam digital, Kakak tidak sendirian. Ada ribuan hati yang berdenyut dengan visi yang sama, yang hari ini telah berjanji untuk saling menguatkan akar,” jelasnya.

Sebagai Ketua OC, Caca – sapaan akrabnya, memohon maaf yang sedalam-dalamnya jika dalam penyelenggaraan Silatnas ini terdapat kekurangan, tutur kata yang tidak berkenan, atau pelayanan yang belum maksimal.

“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja melampaui tugasnya, dan terima kasih kepada Kakak-kakak semua yang telah hadir dengan membawa semangat kerelawanan yang murni,” tutupnya. (*)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang di MK, Saksi Sebut Program MBG Picu PHK Massal Guru PPPK
Komisi II DPR Larang PHK PPPK Daerah, Dorong Gaji ke Depan Lewat APBN
Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer dan PPPK Guna Jaga Postur Anggaran
28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli, KPK Sampai Turun Tangan
Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya
Copot Dadan Hindayana, Prabowo Angkat Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN
Momentum Hari Pancasila, Saiful Chaniago Ajak Generasi Muda Bumikan Nilai Kebangsaan
Koalisi Sipil Soroti Menguatnya Militerisme hingga Ancaman Krisis Ekonomi

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:52 WIT

Sidang di MK, Saksi Sebut Program MBG Picu PHK Massal Guru PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:40 WIT

Komisi II DPR Larang PHK PPPK Daerah, Dorong Gaji ke Depan Lewat APBN

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:57 WIT

Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer dan PPPK Guna Jaga Postur Anggaran

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIT

28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli, KPK Sampai Turun Tangan

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:52 WIT

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakan

Kota Tual Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Provinsi Maluku 2026

Senin, 29 Jun 2026 - 21:24 WIT

Opini

Hari Raya itu Bernama Piala Dunia

Senin, 29 Jun 2026 - 21:03 WIT