JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM — Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni, tokoh nasional asal Maluku, Saiful Chaniago, menyampaikan pesan mendalam kepada generasi muda Indonesia.
Momentum bersejarah ini dinilai harus menjadi titik balik bagi generasi Z dan milenial untuk tidak sekadar menghafal Pancasila, melainkan membumikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Saiful menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa saat ini jauh lebih kompleks, mulai dari gempuran budaya asing, polarisasi digital, hingga ancaman disintegrasi bangsa.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Pancasila bukan sekadar pajangan di dinding kelas atau teks yang dibacakan saat upacara. Pancasila adalah rumah bersama, penuntun moral, dan fondasi utama kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Saiful Chaniago, Senin (1/6/2026).
Saiful yang menjabat Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, juga menyoroti bagaimana derasnya arus globalisasi dan digitalisasi dapat mengikis rasa nasionalisme jika tidak dibentengi dengan ideologi yang kuat.
Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan yang berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila.
Ada tiga poin utama yang ditekankan oleh Saiful Chaniago dalam momentum Hari Pancasila tahun ini. Pertama, Pancasila sebagai filter budaya, di mana generasi muda harus cerdas memilah informasi dan budaya asing.
“Jadikan Pancasila sebagai penyaring agar tidak kehilangan identitas ketimuran,”ajak Saiful.
Kedua, penguatan gotong royong digital. Saiful menyerukan pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan narasi positif, toleransi, dan persatuan, bukan sebagai wadah ujaran kebencian (hate speech) atau hoaks.
Ketiga, kolaborasi tanpa batas. Menurut dia, pemuda harus mampu bekerja sama lintas suku, agama, dan golongan demi kemajuan ekonomi dan teknologi Indonesia di kancah internasional.
Menuju Indonesia Emas
Lebih lanjut, Saiful optimis bahwa jika generasi muda konsisten menerapkan nilai-nilai Pancasila—mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, hingga keadilan sosial—maka visi Indonesia Emas bukan sekadar impian.
“Masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak muda hari ini. Jika mereka rapuh secara ideologi, maka rapuh pula masa depan kita. Momentum Hari Pancasila ini adalah alarm pengingat bagi kita semua untuk kembali ke jati diri bangsa,” pungkasnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini diharapkan dapat memicu kembali semangat nasionalisme yang adaptif, kreatif, dan solutif di kalangan generasi muda di seluruh pelosok tanah air. (HT-01)









