Pelaku Usaha Lokal Maluku Harus Diprioritaskan Masuk Rantai Pasok Blok Masela

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi bagian utama dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang, pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela bertema “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG” di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi kepada Universitas Pattimura dan INPEX Masela Ltd yang telah menginisiasi forum strategis tersebut sebagai wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pengembangan Blok Masela.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keberadaan Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi berskala nasional, tetapi juga harus menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa kehadiran Proyek Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi berskala nasional, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Baca Juga :  Bea Cukai Ambon Amankan 25.620 Batang Rokok Ilegal, Pelaku Didenda Rp56 Juta

Gubernur menilai Blok Masela merupakan proyek strategis yang memiliki nilai ekonomi dan geostrategis besar bagi Indonesia, sekaligus menjadi momentum penting bagi Maluku untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang berkelanjutan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan proyek tersebut tidak semata diukur dari besarnya investasi maupun kapasitas produksi LNG yang dihasilkan.

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi yang terbentuk, ketika pelaku usaha lokal mampu menjadi bagian dari rantai pasok, dan ketika generasi muda Maluku memiliki kompetensi untuk mengisi berbagai peluang kerja dan usaha yang tersedia,” tegasnya.

Untuk itu, tema FGD dinilai sangat relevan dalam mempersiapkan ekosistem rantai pasok yang kuat dan inklusif.

Pemerintah berharap pelaku usaha daerah memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi, pendampingan, sertifikasi, pembiayaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi standar industri yang dibutuhkan dalam proyek migas berskala besar.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat guna menyiapkan SDM unggul, memperkuat UMKM dan pelaku usaha lokal, meningkatkan konektivitas serta infrastruktur pendukung, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Gubernur juga menegaskan pentingnya peran Universitas Pattimura sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Blok Masela diharapkan menjadi katalisator dalam mewujudkan visi Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di tanah sendiri. Sebaliknya, kita harus menjadi pelaku, penggerak, dan penerima manfaat utama dari pembangunan yang sedang berlangsung,” katanya.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti bersama guna membangun ekosistem ekonomi Maluku yang lebih kuat, kompetitif, dan berdaya saing.

Acara tersebut dihadiri oleh, Perwakilan Bupati Maluku Barat daya dan Bupati Kepulauan Tanimbar, Rektor Universitas Pattimura, Perwakilan INPEX Masela Ltd, Pimpinan OPD Bidang Terkait Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapat Dukungan Bank Dunia, Gubernur Maluku Optimis Groundbreaking PSN Maluku Integrated Logistic Hub pada 2027
Bukan Sekadar Dimusnahkan, Anos Yeremias Desak Pemprov Maluku Legalisasi dan Tata Industri Sopi
Pemprov Maluku Dorong Percepatan Penanganan Dampak Sosial PSN Blok Masela
Ekonomi Maluku Trwulan II 2026 Tumbuh 5,31 Persen, Lampaui Nasional
Akademisi UIN Ambon Kritik Pendirian 5 BUMD Baru di Maluku, Fajrin: Lakukan Studi Kelayakan Mendalam
Akademisi Kritisi Rencana Pemprov Maluku Tambah 5 BUMD Baru: Tata Kelola Masih Carut-Marut!
Kapasitas Nelayan Kota Ambon Ditingkat Melalu SLCN
Bahlil Tegaskan Proyek LNG Abadi Masela Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Maluku

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:33 WIT

Dapat Dukungan Bank Dunia, Gubernur Maluku Optimis Groundbreaking PSN Maluku Integrated Logistic Hub pada 2027

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:38 WIT

Bukan Sekadar Dimusnahkan, Anos Yeremias Desak Pemprov Maluku Legalisasi dan Tata Industri Sopi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:10 WIT

Pemprov Maluku Dorong Percepatan Penanganan Dampak Sosial PSN Blok Masela

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:09 WIT

Ekonomi Maluku Trwulan II 2026 Tumbuh 5,31 Persen, Lampaui Nasional

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:23 WIT

Akademisi UIN Ambon Kritik Pendirian 5 BUMD Baru di Maluku, Fajrin: Lakukan Studi Kelayakan Mendalam

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT