Warga Ullath Ultimatum Raja : Mundur atau Diberhentikan Tidak Hormat

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 12:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Kepemimpinan Raja Adat sekaligus Kepala Pemerintah Negeri (KPN) Ullath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Hans Mourits Nikijuluw, menuai kritik tajam dari masyarakat setempat.

Masyarakat menilai Raja Hans kerap meninggalkan daerah dalam waktu lama, yang berdampak pada terbengkalainya berbagai program desa.

Desakan agar sang Raja mengundurkan diri disampaikan secara terbuka di kantor Negeri Ullath, di hadapan raja dan jajaran staf pemerintahan pada Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasi yang disiarkan langsung melalui akun media sosial Vensen Patty Ullath, salah seorang warga menyatakan bahwa selama enam bulan terakhir, masyarakat tidak melihat progres nyata dalam pelayanan pemerintahan di Negeri Ullath.

“Masyarakat tidak melihat titik terang dalam tanggung jawab pelayanan pemerintahan akibat kinerja Raja dan stafnya. Raja tercatat berada di luar daerah selama kurang lebih enam bulan terakhir,” ungkap warga tersebut.

Baca Juga :  Tuntut Kompensasi Blok Masela, Nelayan Lermatang Demo PT Inpex

Atas dasar itu, warga menuntut Hans Nikijuluw untuk segera meletakkan jabatan karena dianggap gagal menjalankan amanah.

Warga lainnya menekankan bahwa aksi ini merupakan gerakan kolektif masyarakat yang merasa resah, bukan kepentingan pribadi.

Ia mengungkapkan kekecewaannya karena harapan besar masyarakat saat pelantikan tahun 2023 lalu tidak membuahkan hasil.

“Kami merasa resah. Padahal, Bapak adalah pilihan kami. Harapan kami awalnya, di bawah kepemimpinan Bapak dan staf, negeri ini semakin maju. Namun kenyataannya, sejak dilantik tahun 2023, nyaris tidak ada perubahan signifikan,” ujarnya.

Beberapa poin krusial yang disoroti warga antara lain, Raja dinilai tertutup terhadap pendapat masyarakat dan mengambil keputusan sepihak tanpa mempertimbangkan aspirasi warga.

Baca Juga :  Warga Berburu Emas di Bawah Kolong Jembatan Wanibe Pulau Buru

Raja diminta untuk lebih banyak mendengar nasihat para tetua adat dan memahami dinamika internal desa.

Selain itu, banyak program dan bantuan yang dinilai mandek, tidak bermanfaat, serta salah sasaran.

Kekecewaan memuncak karena Raja dianggap sering tidak berada di tempat saat masyarakat membutuhkan kehadiran seorang pemimpin.

“Sebagai Raja Adat dan KPN Ullath, dengarkanlah aspirasi ini. Kami menilai Anda sudah tidak layak lagi memimpin masyarakat Ullath. Dengan segala hormat, kami meminta Anda mengundurkan diri,” tegas orator tersebut.

Warga menutup tuntutan mereka dengan dua opsi tegas, yakni mundur dengan hormat, atau diberhentikan secara tidak hormat dari jabatan Raja Negeri Ullath. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi SAR Dihentikan, Bupati MBD Ajak Doakan Korban dan Keluarga
Hari Kedelapan Pencarian, 8 Korban Speedboat Tenggelam di Perairan MBD Belum Ditemukan
Hari Ketujuh Pencarian, 8 Korban Speedboat Tenggelam di Perairan MBD Belum Ditemukan
Personel Satuan Polairud Polres MBD Intensifkan Pencarian Korban Seedboat Tenggelam
Dihantam Ombak Besar, Warga Dusun Aruan SBT Desak Pemerintah Bangun Pelindung Pantai
Turun Langsung ke Desa, Bupati SBB Pastikan Intervensi Stunting Tepat Sasaran
Langgar Aturan, Lapak di Badan Jalan Pasar Batumerah Terancam Dibongkar
Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Perempuan Maluku Jadi Penggerak Ekonomi Melalui Kebun Pangan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:26 WIT

Operasi SAR Dihentikan, Bupati MBD Ajak Doakan Korban dan Keluarga

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:53 WIT

Hari Ketujuh Pencarian, 8 Korban Speedboat Tenggelam di Perairan MBD Belum Ditemukan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIT

Personel Satuan Polairud Polres MBD Intensifkan Pencarian Korban Seedboat Tenggelam

Senin, 15 Juni 2026 - 18:37 WIT

Dihantam Ombak Besar, Warga Dusun Aruan SBT Desak Pemerintah Bangun Pelindung Pantai

Senin, 15 Juni 2026 - 14:56 WIT

Turun Langsung ke Desa, Bupati SBB Pastikan Intervensi Stunting Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Peristiwa

Tim SAR Evakuasi Pendaki Hipotermia di Gunung Kayu Satu Ambon

Minggu, 21 Jun 2026 - 15:39 WIT

Kesehatan

Pemkot Ambon Atasi Stunting Lewat Program PMT

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:48 WIT

Hukum & Kriminal

Kasus Penipuan, Polda Maluku Limpahkan Eks ASN Kejaksaan ke JPU

Sabtu, 20 Jun 2026 - 18:52 WIT