Kementerian ESDM Tetapkan Perusahaan Afiliasi Israel Kelola Proyek Panas Bumi di Maluku Utara

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM – Di tengah sikap diplomasi Indonesia yang teguh membela kemerdekaan Palestina, langkah pemerintah memberikan konsesi energi justru menuai sorotan tajam.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pengelola Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Halmahera Barat, Maluku Utara.

Keputusan ini memicu kontroversi luas karena PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan bagian dari Ormat Technologies, perusahaan energi global yang berbasis di Amerika Serikat namun memiliki akar historis dan operasional yang kuat di Israel.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian ESDM tertanggal 8 Januari 2026, PT Ormat Geothermal Indonesia terpilih sebagai pemenang lelang setelah melalui proses tender kompetitif.

Proyek ini diproyeksikan memiliki kapasitas dan menghasilkan energi listrik hingga 40 MW, dan mendukung target Net Zero Emission 2060.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 19 Februari

Selain itu, menggantikan ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel di wilayah Indonesia Timur.

*Sorotan Koneksi Israel dan Kritik Internasional*

Meskipun berstatus perusahaan Amerika, keterkaitan Ormat dengan Israel menjadi poin krusial. Perusahaan ini didirikan oleh insinyur Israel, memiliki fasilitas manufaktur utama di sana, dan melantai di bursa saham Tel Aviv.

Mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, langkah ini dianggap kontradiktif dengan garis politik luar negeri Indonesia.

Kritik tajam muncul dari media internasional. Akun berita Palestina, Quds News Network (@QudsNen), mengunggah keresahan tersebut di platform X pada 15 Februari 2026.

“Meski menampilkan diri sebagai pembela hak Palestina, Indonesia memberikan konsesi panas bumi di Halmahera kepada perusahaan yang terkait sistem ekonomi Israel,” tulis akun tersebut, sembari menyinggung potensi ancaman terhadap ekosistem hutan lindung setempat.

Baca Juga :  Perang Dimulai ! AS-Israel Serang Iran, Ayatollah Ali Khamenei di Lokasi Aman

Unggahan tersebut segera dibanjiri ribuan komentar dari warganet Indonesia yang menyatakan keberatan mereka, menegaskan bahwa keputusan ini tidak sejalan dengan aspirasi rakyat dalam mendukung Palestina.

Selain komplikasi geopolitik, proyek WKP Telaga Ranu menghadapi tantangan serius di lapangan. Aktivis lingkungan dan masyarakat lokal menyuarakan kekhawatiran terkait  risiko terhadap pola air tanah dan kerusakan hutan akibat pengeboran eksplorasi, dan minimnya konsultasi publik yang mendalam sebelum penetapan pemenang tender.

Para aktivis juga menyoroti kekhawatiran akan ketidakmerataan pembagian keuntungan bagi komunitas lokal di Halmahera Barat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian ESDM belum memberikan pernyataan resmi tambahan terkait gelombang kritik yang menghubungkan proyek ini dengan isu geopolitik di Timur Tengah. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Memicu Penundaan Musim Hujan, Maluku Diprediksi November 2026
Cegah PHK Massal PPPK, Pempus Tambah TKD Rp18,9 Triliun untuk 540 Daerah
Tetap Waspada, September Masih Jadi Fase Kritis Karhutla
Pansus Optimistis RUU Daerah Kepulauan Rampung Tahun Ini, Kemenkeu Siapkan Skema Pendanaan
Status Guru PPPK Dialihkan ke Pusat, Menkeu Jamin Tak Bebani Fiskal
Masuk Pembahasan Tripartit, Presiden Prabowo Optimis RUU Daerah Kepulauan Disahkan Tahun Ini
Menteri ESDM Lantik Putra Maluku, Muhammad Ikhsan Kiat Jadi Kabalai Besar LEMIGAS
Gubernur Maluku Santuni Korban Bentrok Matraman, Imbau Warga Jaga Persatuan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:00 WIT

El Nino Memicu Penundaan Musim Hujan, Maluku Diprediksi November 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 18:54 WIT

Cegah PHK Massal PPPK, Pempus Tambah TKD Rp18,9 Triliun untuk 540 Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 20:07 WIT

Tetap Waspada, September Masih Jadi Fase Kritis Karhutla

Sabtu, 5 September 2026 - 13:49 WIT

Pansus Optimistis RUU Daerah Kepulauan Rampung Tahun Ini, Kemenkeu Siapkan Skema Pendanaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:25 WIT

Status Guru PPPK Dialihkan ke Pusat, Menkeu Jamin Tak Bebani Fiskal

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT