Perkiraan 1 Ramadhan 2026 Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah, dan BRIN

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HT.–Awal Ramadan 1447 Hijriah atau puasa 2026 kembali berpotensi tidak seragam. Perbedaan ini bukan semata soal hasil rukyat, melainkan perbedaan pendekatan dalam menentukan posisi hilal yang digunakan oleh pemerintah, organisasi keagamaan, dan kalangan peneliti.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi awal puasa tahun ini berpeluang jatuh pada tanggal berbeda, yakni antara 18 atau 19 Februari 2026, tergantung kriteria yang digunakan.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan sumber perbedaan kali ini bukan lagi perdebatan posisi hilal semata, melainkan penggunaan konsep hilal lokal dan hilal global.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Potensi perbedaan awal Ramadan 1447 H cukup besar. Bukan karena data astronominya berbeda, tetapi karena kriteria yang digunakan, apakah berbasis wilayah lokal atau global,” ujar Thomas mengutip detikcom, Jumat (6/2/2026).

Thomas menjelaskan, mayoritas ormas Islam dan pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan hilal lokal, yaitu mensyaratkan visibilitas hilal di wilayah Indonesia.

“Pada magrib 17 Februari, posisi bulan masih di bawah ufuk. Karena itu, jika memakai hilal lokal, awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026,” jelasnya.

Baca Juga :  Utang Pemerintah Indonesia Per Akhir 2025 Tercatat Mencapai Rp9,637,90 Triliun

Namun, hasilnya berbeda jika menggunakan pendekatan hilal global, yakni selama hilal sudah memenuhi kriteria di wilayah manapun di dunia dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

“Dengan kriteria global, posisi hilal pada 17 Februari sudah memenuhi syarat di Alaska. Maka awal Ramadan bisa ditetapkan pada 18 Februari 2026,” tambah Thomas.

Pemerintah Tunggu Sidang Isbat
Penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia tetap berada di tangan Kementerian Agama RI melalui sidang isbat. Kemenag menjadwalkan pengamatan hilal dan sidang isbat pada 17 Februari 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Ketinggian hilal tercatat berkisar antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.

Artinya, secara rukyat, hilal diperkirakan belum mungkin terlihat pada hari tersebut. Jika merujuk kriteria ini, awal Ramadan kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Indonesia sendiri menggunakan kriteria imkanur rukyat yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Pada 18 Februari 2026, BMKG mencatat posisi hilal sudah berada di atas horizon dengan ketinggian antara 7,62 derajat hingga 10,03 derajat, serta elongasi di atas 10 derajat, yang secara teori telah memenuhi kriteria visibilitas.

Baca Juga :  Menteri ESDM Lantik Putra Maluku, Muhammad Ikhsan Kiat Jadi Kabalai Besar LEMIGAS

Muhammadiyah Sudah Tetapkan

Pendekatan hilal global digunakan oleh Muhammadiyah. Melalui maklumat resmi, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal yang digunakan internal Muhammadiyah.

NU Masih Menunggu Rukyat

Sementara itu, Nahdlatul Ulama belum mengumumkan keputusan resmi. NU masih menunggu hasil rukyatul hilal menjelang akhir Syaban. Meski begitu, berdasarkan kalender Almanak NU, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sejalan dengan pendekatan hilal lokal yang umum digunakan.

Dengan demikian, awal puasa 2026 berpotensi berbeda antara 18 dan 19 Februari. Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi nasional, sembari menghormati perbedaan metode yang digunakan masing-masing pihak. (net)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Memicu Penundaan Musim Hujan, Maluku Diprediksi November 2026
Cegah PHK Massal PPPK, Pempus Tambah TKD Rp18,9 Triliun untuk 540 Daerah
Tetap Waspada, September Masih Jadi Fase Kritis Karhutla
Pansus Optimistis RUU Daerah Kepulauan Rampung Tahun Ini, Kemenkeu Siapkan Skema Pendanaan
Status Guru PPPK Dialihkan ke Pusat, Menkeu Jamin Tak Bebani Fiskal
Masuk Pembahasan Tripartit, Presiden Prabowo Optimis RUU Daerah Kepulauan Disahkan Tahun Ini
Menteri ESDM Lantik Putra Maluku, Muhammad Ikhsan Kiat Jadi Kabalai Besar LEMIGAS
Gubernur Maluku Santuni Korban Bentrok Matraman, Imbau Warga Jaga Persatuan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:00 WIT

El Nino Memicu Penundaan Musim Hujan, Maluku Diprediksi November 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 18:54 WIT

Cegah PHK Massal PPPK, Pempus Tambah TKD Rp18,9 Triliun untuk 540 Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 20:07 WIT

Tetap Waspada, September Masih Jadi Fase Kritis Karhutla

Sabtu, 5 September 2026 - 13:49 WIT

Pansus Optimistis RUU Daerah Kepulauan Rampung Tahun Ini, Kemenkeu Siapkan Skema Pendanaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:25 WIT

Status Guru PPPK Dialihkan ke Pusat, Menkeu Jamin Tak Bebani Fiskal

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT