Polda Maluku Usut Dugaan Korupsi Rumdis Dosen Polnam, Gandeng BPK Audit Kerugian Negara

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Kepolisian Daerah Maluku melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) terus memperkuat penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek rehabilitasi berat pembangunan rumah dinas dosen Politeknik Negeri Ambon (Polnam) Tahun Anggaran 2007–2010.

Penyidikan perkara tersebut saat ini masih berjalan. Penyidik terus berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk pelaksanaan ekspose guna audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN).

Koordinasi ini dilakukan untuk mendukung pembuktian secara profesional dan akuntabel sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Penanganan perkara ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polda Maluku dalam menegakkan hukum secara objektif berdasarkan fakta dan alat bukti.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggaran Pembangunan Tercatat Rp1,32 Miliar

Berdasarkan data penanganan perkara, anggaran pembangunan rumah dinas dosen Polnam TA 2007–2010 tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Satuan Kerja Politeknik Negeri Ambon dengan nilai sebesar Rp1.328.947.800 (sekitar Rp1,32 miliar).

Meski demikian, Polda Maluku menegaskan bahwa nilai anggaran yang tercantum dalam RKA-KL tersebut tidak dapat serta-merta disamakan dengan jumlah kerugian negara. Besaran pasti kerugian keuangan negara masih menunggu hasil audit resmi BPK RI.

Proses penghitungan kerugian negara ini merupakan salah satu tahapan krusial untuk memastikan ada atau tidaknya kerugian yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kasubdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Maluku, AKBP Handy Senonugroho, menjelaskan bahwa penyidikan masih berfokus pada pengumpulan bukti dan pemenuhan unsur-unsur tindak pidana.

“Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi rehabilitasi berat pembangunan rumah dinas dosen Politeknik Negeri Ambon Tahun Anggaran 2007–2010 masih terus berjalan. Saat ini penyidik aktif berkoordinasi dengan BPK RI terkait ekspose perkara untuk pelaksanaan audit PKKN,” ujar AKBP Handy.

Ia menambahkan, penanganan perkara korupsi membutuhkan ketelitian tinggi dan proses pembuktian yang menyeluruh.

“Setiap tahapan penyidikan dilaksanakan secara profesional dan akuntabel. Koordinasi audit kerugian negara ini merupakan bagian penting dari pemenuhan unsur hukum yang dianjurkan undang-undang,” terangnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korupsi DD Tengah -Tengah Rp900 Juta, Polda Maluku Lengkapi Berkas 4 Tersangka
MCW Adukan Gubernur Maluku ke PPATK Terkait Lonjakan Harta Kekayaan
MCW Laporkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa ke KPK, Pertanyakan Lonjakan Harta Rp 15,3 Miliar
Temuan BPK Rp3,9 Miliar Proyek Jalan Lingkar Amar Sekaru, APH Didesak Periksa Hendra Wibisono
Dugaan Korupsi SMAN 29 SBB Rp6,7 Miliar Naik ke Penyidikan
KPK Beberkan 3 Celah Rawan Korupsi Anggaran di Pemkot Ambon
Tamaela: DPRD Ambon Anti Korupsi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:42 WIT

Polda Maluku Usut Dugaan Korupsi Rumdis Dosen Polnam, Gandeng BPK Audit Kerugian Negara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:12 WIT

Korupsi DD Tengah -Tengah Rp900 Juta, Polda Maluku Lengkapi Berkas 4 Tersangka

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:21 WIT

MCW Adukan Gubernur Maluku ke PPATK Terkait Lonjakan Harta Kekayaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WIT

MCW Laporkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa ke KPK, Pertanyakan Lonjakan Harta Rp 15,3 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 13:16 WIT

Temuan BPK Rp3,9 Miliar Proyek Jalan Lingkar Amar Sekaru, APH Didesak Periksa Hendra Wibisono

Berita Terbaru

Pendidikan

Unpatti-Kemendag Bekali Mahasiswa 31 Calon Eksportir Muda

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:46 WIT

Pemerintahan

Wagub Vanath Minta Anggaran Kependudukan dan Stunting Tepat Sasaran

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:53 WIT

Daerah

Tiga Nelayan Hilang di Perairan SBB Ditemukan Selamat

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:09 WIT